Loading...

  • Senin, 03 Agustus 2026

Gema Dzikir dan Doa Kebangsaan: MIN 3 Asahan Mantapkan Cinta Tanah Air Sambut HUT RI ke-81

Terlihat para murid sangat khusyuk mengikuti prosesi zikir dan doa bersama

Pulau Rakyat (Humas) — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., bersama seluruh tenaga pendidik, kependidikan, serta siswa-siswi mengikuti kegiatan doa dan dzikir bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman TK Al-Hidayah pada hari Sabtu pagi (01/08).

Prosesi zikir dan doa bersama berlangsung secara khusyuk yang dibawakan langsung oleh guru bidang studi Al-Quran Hadis, Wahyudi. Lantunan ayat-ayat suci serta kalimat tayibah bergema, memohon ampunan serta keselamatan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, menyampaikan bahwa kegiatan doa dan zikir bersama ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan serta ikhtiar batin demi keselamatan bangsa. Ia juga menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat karakter religius dan nasionalisme di lingkungan madrasah.

Dalam keterangannya, Ummiati berharap agar seluruh warga madrasah dapat terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan prestasi nyata. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan harus senantiasa dihidupkan dalam keseharian siswa.

"Doa dan zikir bersama ini adalah bentuk ikhtiar spiritual kita. Kemerdekaan yang diraih selama 81 tahun ini adalah anugerah besar para pendahulu, maka sudah kewajiban kita hari ini untuk mengisinya dengan kedamaian, kerukunan, dan kontribusi positif bagi negeri," ujar Ummiati dalam sambutannya.

Selain doa bersama untuk keselamatan bangsa, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan refleksi kebangsaan bersama para pendidik. Salah seorang guru senior, Rizkida, memberikan pemahaman singkat mengenai sejarah perjuangan bangsa agar para siswa memahami arti penting sebuah kemerdekaan.

Materi diawali dengan gambaran singkat mengenai kondisi bangsa Indonesia sebelum merdeka. Siswa diajak untuk memahami beratnya perjuangan para leluhur yang harus mengalami perampasan hak, kerja paksa, dan keterbatasan dalam memperoleh pendidikan serta kehidupan yang layak di bawah kekuasaan penjajah.

"Selanjutnya, mari kita cermati bagaimana perjuangan bangsa kita bergeser dari perlawanan kedaerahan menjadi pergerakan nasional, seperti lahirnya Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan para pemuda dari beragam suku demi Indonesia merdeka, hingga akhirnya mencapai puncak perjuangan pada Proklamasi 17 Agustus 1945, sebuah kemerdekaan yang diraih bukan sebagai hadiah dari negara lain, melainkan buah dari keberanian, pengorbanan jiwa, dan tumpah darah para pahlawan yang pantang menyerah," tegas Rizkida.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Pendidikan Bidang Kepesertadidikan, Rahmayani, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan pertanda dimulainya rangkaian bulan kemerdekaan di lingkungan MIN 3 Asahan. Berbagai agenda positif dan edukatif telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan hari besar nasional tersebut dalam beberapa pekan ke depan.

"Saya mengimbau agar semangat patriotisme yang terpancar dari acara ini terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, karena menjaga persaudaraan lintas golongan adalah kunci utama memperkuat ketahanan nasional menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik, sekaligus menjadi bukti komitmen MIN 3 Asahan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa nasionalisme tinggi," terang Rahmayani setelah memberikan pernyataannya. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post