Hamparan Terpal, Hangatnya Kebersamaan Siswa MIN 3 Asahan Nikmati MBG
Pulau Rakyat (Humas) – Suasana berbeda tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Rabu (23/9). Ratusan siswa dari berbagai...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas)
– Suasana berbeda tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan,
Rabu (23/9). Ratusan siswa dari berbagai tingkatan kelas duduk berbaris di atas
hamparan terpal sambil menikmati sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan hanya
sekadar makan, kegiatan tersebut berubah menjadi momen kebersamaan yang
menghadirkan keceriaan dan keakraban di tengah aktivitas belajar.
Hamparan terpal yang
dibentangkan di halaman utama madrasah menjadi tempat berkumpulnya para siswa.
Dengan tertib, mereka duduk bersama sambil menyantap hidangan yang telah
disiapkan. Sesekali terdengar canda dan tawa khas anak-anak yang membuat
suasana halaman madrasah semakin semarak. Menu MBG yang disajikan terdiri atas
nasi putih, sayur, lauk pauk sebagai sumber protein, serta buah. Sajian
tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi peserta
didik sehingga mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik.
Saat dikonfirmasi, Kepala
MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, mengatakan pihak madrasah memberikan dukungan
penuh terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, program tersebut tidak
hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga dapat
menjadi sarana edukasi dan pembentukan karakter.
“Kami sengaja
merancang kegiatan makan bersama ini di halaman madrasah menggunakan alas
terpal agar anak-anak bisa merasakan hangatnya kebersamaan antarkelas,
sekaligus memudahkan para pendidik dalam mengawasi mereka saat menyantap
hidangan,” ujar Ummiati Nasution saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan.
Menurut Ummiati,
kebersamaan tersebut juga memberikan pesan penting kepada para siswa tentang
kesetaraan. Seluruh peserta didik duduk bersama dan menikmati menu yang sama
tanpa membedakan latar belakang masing-masing.
“Melalui kegiatan
seperti ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan yang bergizi,
tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kedisiplinan, adab makan, serta
kepedulian terhadap lingkungan,” lanjutnya.
Selama kegiatan
berlangsung, para guru dan wali kelas turut mendampingi siswa. Mereka
memastikan setiap anak memperoleh makanan sesuai porsinya sekaligus memberikan
pengarahan agar siswa mengonsumsi makanan yang telah disediakan. Guru Kelas 2A,
Emi Satri, mengatakan pendampingan tersebut juga menjadi kesempatan bagi guru
untuk menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik.
“Sebelum makan, kami
selalu mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan, berdoa dan menjaga adab
ketika makan. Kami juga mengajarkan agar makanan yang sudah diberikan
dihabiskan dan tidak dibuang sembarangan,” ungkapnya.
Emi Satri
melanjutkan bahwa suasana makan bersama mampu meningkatkan semangat siswa dalam
menyantap hidangan yang disediakan, termasuk sayuran yang selama ini kurang
diminati oleh sebagian anak. Menurutnya, melihat siswa menikmati makanan dengan
lahap menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para guru. Ia juga melihat adanya
perubahan sikap pada beberapa siswa yang biasanya kurang menyukai sayuran,
namun menjadi lebih bersemangat untuk mencicipi dan menghabiskannya setelah
melihat teman-teman mereka menikmati makanan tersebut.
Sebelum menutup pernyataannya, Emi Satri
menambahkan bahwa kegiatan makan bersama tidak berhenti pada saat siswa selesai
menyantap hidangan. Para siswa juga diarahkan untuk bertanggung jawab menjaga
kebersihan dengan mengumpulkan sisa makanan dan kemasan ke tempat sampah yang
telah disediakan. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam
pendidikan karakter, karena melalui kegiatan sederhana itu siswa tidak hanya
belajar menghargai makanan yang telah diberikan, tetapi juga memahami bahwa
menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap
kebiasaan baik tersebut dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat bagi
kesehatan siswa, tetapi juga turut membentuk pribadi yang disiplin, peduli, dan
bertanggung jawab.
“Kami mengajarkan anak-anak bahwa setelah
menikmati makanan, mereka juga harus bertanggung jawab terhadap kebersihan
tempat mereka makan. Karena itu, sisa makanan dan kemasan harus dikumpulkan dan
dibuang pada tempat yang sudah disediakan. Kebiasaan sederhana seperti ini
penting untuk membentuk karakter anak agar terbiasa hidup tertib, peduli
terhadap lingkungan, dan bertanggung jawab. Kami berharap kebiasaan baik ini tidak
hanya dilakukan di madrasah, tetapi juga mereka terapkan dalam kehidupan
sehari-hari,” Ujar Emi Satri saat menutup keterangannya kepada Tim Humas
Madrasah. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Suasana berbeda tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Rabu (23/9). Ratusan siswa dari berbagai...
Pulau Rakyat (Humas) - Seluruh warga Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan yang terdiri dari para guru, tenaga kependidikan, dan siswa,...
Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., meninjau secara langsung proses p...