Ummiati sedang memberikan penilaian kepada salah seorang guru saat proses pembelajaran berlangsung
Pulau Rakyat (Humas) - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan kegiatan supervisi akademik terhadap enam orang guru pada hari Selasa, (2/09). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini dilaksanakan di gedung baru madrasah yang baru saja rampung direnovasi dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), dengan tujuan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran melalui penggunaan instrumen observasi yang komprehensif. Adapun enam orang pendidik yang berkesempatan disupervisi secara intensif pada kegiatan kali ini adalah Raju Apana Syahputra Nasution, Rizkida, Eliyah Siahaan, Emi Satri, Jefriadi Samosir, dan Agustien Syahputri. Mereka dinilai secara bergantian dalam mengelola tahapan kegiatan pembelajaran di ruang kelas masing-masing.
Ummiati Nasution, menegaskan bahwa supervisi akademik tidak dimaksudkan sebagai kegiatan untuk mencari kesalahan guru. Menurutnya, supervisi merupakan bagian dari pembinaan profesional yang dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Tujuan utama supervisi ini bukan untuk mencari-cari kesalahan pendidik, melainkan sebagai bentuk pembinaan profesional yang berkelanjutan. Kita ingin memastikan setiap guru mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara optimal serta terus mengembangkan kompetensinya," tegas Ummiati.
Dikesempatan yang sama, Ummiati juga menjelaskan bahwa melalui supervisi, madrasah dapat melihat secara lebih objektif berbagai kekuatan yang telah dimiliki guru sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih membutuhkan penguatan. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan refleksi bersama antara kepala madrasah dan guru untuk menentukan langkah perbaikan yang sesuai.
"Dengan instrumen pengamatan yang terukur, kita dapat mengetahui aspek mana yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan. Dari sana, madrasah dapat memberikan pembinaan yang tepat, termasuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter dan kebutuhan peserta didik yang sangat beragam," jelasnya.
Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Rosilawati Saragih, menjelaskan bahwa supervisi akademik dilaksanakan secara terukur melalui sejumlah indikator yang menilai berbagai aspek pembelajaran, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembelajaran. Menurut Rosilawati, penilaian tersebut tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan kesiapan guru dalam merancang pembelajaran, kejelasan tujuan, penguasaan materi, pengelolaan kelas, interaksi dengan peserta didik, serta kemampuan menciptakan suasana belajar yang aktif, aman, tertib, dan kondusif. Dengan demikian, supervisi diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kualitas proses pembelajaran sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kompetensi guru.
“Supervisi akademik ini tidak hanya melihat hasil akhir pembelajaran, tetapi juga mencermati bagaimana guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara menyeluruh. Mulai dari kesiapan perangkat dan tujuan pembelajaran, penguasaan serta penyampaian materi, pengelolaan kelas, interaksi dengan peserta didik, hingga kemampuan menciptakan suasana belajar yang aman, aktif, tertib, dan kondusif. Melalui supervisi ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran,” jelas Rosilawati.
Pada kesempatan itu juga, Rosilawati, menyampaikan bahwa supervisi akademik dilaksanakan secara menyeluruh untuk memastikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik. Supervisi turut memperhatikan pelaksanaan asesmen, kompetensi pedagogik dan profesional guru, integrasi nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, serta pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran secara tepat. Ia menambahkan bahwa hasil observasi selanjutnya menjadi bahan refleksi, evaluasi, pembinaan, dan tindak lanjut sehingga supervisi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Supervisi akademik yang kami laksanakan tidak hanya melihat bagaimana guru menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana pembelajaran mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah peserta didik. Kami juga memperhatikan pelaksanaan asesmen, kompetensi pedagogik dan profesional guru, integrasi nilai-nilai keislaman dan karakter, serta pemanfaatan media dan teknologi agar benar-benar memberikan manfaat dalam proses belajar. Hasil supervisi selanjutnya menjadi bahan refleksi dan pembinaan bersama, sehingga setiap temuan dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah,” jelas Rosilawati.
Sebelum menutup pernyataannya, Rosilawati Saragih menambahkan bahwa keberhasilan supervisi akademik tidak hanya ditentukan oleh proses observasi dan hasil penilaian, tetapi juga oleh kesediaan guru untuk melakukan refleksi dan menindaklanjuti setiap masukan yang diberikan. Ia berharap hasil supervisi dapat menjadi pijakan bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi, memperbaiki praktik pembelajaran, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
“Supervisi ini kami harapkan menjadi ruang bagi guru untuk berefleksi, bukan sekadar menerima penilaian. Setiap temuan akan menjadi bahan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan secara bersama-sama. Dengan demikian, supervisi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi guru dan pada akhirnya berdampak pada terciptanya pembelajaran yang semakin berkualitas, bermakna, dan mampu memenuhi kebutuhan peserta didik,” pungkas Rosilawati saat ditemui disela-sela kesibukannya. (Wh)