Loading...

  • Senin, 17 Agustus 2026

Peringati HUT ke-81 RI di Lokasi Belajar Sementara, MIN 3 Asahan Khayati Amanat Menteri Agama

Terlihat para peserta didik dan guru sedang berdiri tegap memberikan hormat ke arah tiang bendera saat bendera Merah Putih dikibarkan.

Pulau Rakyat (Humas) - Warga Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, yang terdiri dari Kepala Madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa, melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan utama TK Al-Hidayah, Senin (17/8) dengan khidmat dan rapi.

​Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara, membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus menyampaikan arahannya kepada seluruh peserta upacara yang hadir.

​Dalam penyampaiannya, Ummiati menyatakan bahwa Menteri Agama menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan amanah perjuangan yang harus disyukuri dengan mengisi pembangunan melalui ilmu, kerja keras, inovasi, dan integritas tinggi. Pihaknya menekankan pentingnya merawat kerukunan umat beragama sebagai modal dasar pembangunan bangsa agar tetap harmonis dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan perpecahan. Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan karakter, kesejahteraan guru, serta mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Program Indonesia Pintar. Selain itu, Menteri Agama mengingatkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang pesat, nilai kemanusiaan dan akhlak harus tetap dijaga agar kemajuan zaman tidak mengikis hati nurani serta persatuan bangsa.

​Lebih lanjut Ummiati menjabarkan, dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Menteri Agama menyampaikan refleksi mendalam mengenai arti kemerdekaan yang bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Beliau menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas fondasi keberagaman, sehingga kerukunan antarumat beragama harus terus dirawat sebagai modal utama pembangunan nasional agar bangsa ini mampu bertumbuh dan semakin maju.

“Kemerdekaan ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat sebagaimana ditekankan oleh Menteri Agama, Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Oleh karena itu, kerukunan antarumat beragama harus terus dirawat sebagai modal utama pembangunan nasional agar kita semakin maju.” Terang Ummiati saat sesekali memandang ke arah peserta upacara.

​Dalam amanat tertulis tersebut, Ummiati menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berupaya mengoptimalkan kontribusi agama dalam kehidupan sosial, salah satunya lewat pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dan filantropi keagamaan yang berdampak nyata. Ia juga meneruskan pesan Menteri Agama yang mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar senantiasa bijaksana dalam memanfaatkan teknologi di tengah tantangan era digital, guna memastikan kemajuan ilmu pengetahuan tidak mengikis etika serta keluhuran akhlak bangsa.

​"Dengan semangat kebersamaan dan integritas, mari seluruh aparatur dan masyarakat bekerja sungguh-sungguh demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur di masa depan. Semangat perjuangan para pendahulu harus diteruskan dengan cara yang relevan, yakni melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pelayanan yang tulus kepada masyarakat, serta dedikasi penuh dalam menjaga persatuan." Paparnya.

​Sebagai penutup dari rangkaian pembacaan amanat tertulis tersebut, Ummiati dengan tegas menyuarakan kembali inti pesan spiritual dan moral dari Menteri Agama kepada seluruh peserta upacara. Bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi dan teknologinya, melainkan juga dari kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan yang terjalin antarwarga negara.

​Pada kesempatan terpisah, Koordinator Bidang Kepesertadidikan MIN 3 Asahan, Rahmayani, S.Pd.I., turut mengapresiasi antusiasme para peserta upacara. Ia menilai, keberhasilan siswa mengikuti upacara dengan tertib di lapangan sementara merupakan bukti nyata tertanamnya jiwa nasionalisme.

​“Ini adalah sarana efektif untuk menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Kami ingin memastikan siswa memahami sejarah bangsa agar mereka termotivasi untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik almamater,” jelas Rahmayani.

​Rangkaian upacara kemerdekaan yang sakral tersebut ditutup dengan doa bersama yang khusyuk untuk memohon kejayaan bangsa serta kelancaran proses belajar mengajar di MIN 3 Asahan. Setelah barisan dibubarkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara dewan guru dan para petugas upacara, kemudian disusul dengan pembagian hadiah kepada para siswa yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan sejak dua hari sebelumnya. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post