Peringati HUT ke-81 RI di Lokasi Belajar Sementara, MIN 3 Asahan Khayati Amanat Menteri Agama
Pulau Rakyat (Humas) - Warga Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, yang terdiri dari Kepala Madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, se...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) - Warga Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, yang terdiri dari Kepala Madrasah, pendidik,
tenaga kependidikan, serta seluruh siswa, melaksanakan upacara bendera
peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di
lapangan utama TK Al-Hidayah, Senin (17/8) dengan khidmat dan rapi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIN 3
Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., yang bertindak sebagai Pembina
Upacara, membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus
menyampaikan arahannya kepada seluruh peserta upacara yang hadir.
Dalam penyampaiannya, Ummiati menyatakan
bahwa Menteri Agama menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan amanah
perjuangan yang harus disyukuri dengan mengisi pembangunan melalui ilmu, kerja
keras, inovasi, dan integritas tinggi. Pihaknya menekankan pentingnya merawat kerukunan
umat beragama sebagai modal dasar pembangunan bangsa agar tetap harmonis dan
tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan perpecahan. Kementerian Agama
berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan karakter,
kesejahteraan guru, serta mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi
Gratis dan Program Indonesia Pintar. Selain itu, Menteri Agama mengingatkan
bahwa meskipun teknologi terus berkembang pesat, nilai kemanusiaan dan akhlak harus
tetap dijaga agar kemajuan zaman tidak mengikis hati nurani serta persatuan
bangsa.
Lebih lanjut Ummiati menjabarkan, dalam
peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Menteri Agama
menyampaikan refleksi mendalam mengenai arti kemerdekaan yang bukan sekadar
perayaan, melainkan sebuah amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh
rakyat. Beliau menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di
atas fondasi keberagaman, sehingga kerukunan antarumat beragama harus terus dirawat
sebagai modal utama pembangunan nasional agar bangsa ini mampu bertumbuh dan
semakin maju.
“Kemerdekaan ini bukan sekadar perayaan,
melainkan sebuah amanah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat
sebagaimana ditekankan oleh Menteri Agama, Indonesia adalah bangsa besar yang
dibangun di atas keberagaman. Oleh karena itu, kerukunan antarumat beragama
harus terus dirawat sebagai modal utama pembangunan nasional agar kita semakin maju.”
Terang Ummiati saat sesekali memandang ke arah peserta upacara.
Dalam amanat tertulis tersebut, Ummiati
menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berupaya mengoptimalkan kontribusi
agama dalam kehidupan sosial, salah satunya lewat pemberdayaan ekonomi umat
melalui zakat dan filantropi keagamaan yang berdampak nyata. Ia juga meneruskan
pesan Menteri Agama yang mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar senantiasa
bijaksana dalam memanfaatkan teknologi di tengah tantangan era digital, guna
memastikan kemajuan ilmu pengetahuan tidak mengikis etika serta keluhuran
akhlak bangsa.
"Dengan semangat kebersamaan dan
integritas, mari seluruh aparatur dan masyarakat bekerja sungguh-sungguh demi
mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur di masa depan. Semangat
perjuangan para pendahulu harus diteruskan dengan cara yang relevan, yakni
melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pelayanan yang tulus kepada masyarakat,
serta dedikasi penuh dalam menjaga persatuan." Paparnya.
Sebagai penutup dari rangkaian pembacaan
amanat tertulis tersebut, Ummiati dengan tegas menyuarakan kembali inti pesan spiritual
dan moral dari Menteri Agama kepada seluruh peserta upacara. Bangsa yang besar
tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi dan teknologinya, melainkan juga dari
kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan yang terjalin antarwarga
negara.
Pada kesempatan terpisah, Koordinator Bidang
Kepesertadidikan MIN 3 Asahan, Rahmayani, S.Pd.I., turut mengapresiasi
antusiasme para peserta upacara. Ia menilai, keberhasilan siswa mengikuti
upacara dengan tertib di lapangan sementara merupakan bukti nyata tertanamnya
jiwa nasionalisme.
“Ini adalah sarana efektif untuk menanamkan
kedisiplinan dan tanggung jawab. Kami ingin memastikan siswa memahami sejarah
bangsa agar mereka termotivasi untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik
almamater,” jelas Rahmayani.
Rangkaian upacara kemerdekaan yang sakral tersebut
ditutup dengan doa bersama yang khusyuk untuk memohon kejayaan bangsa serta
kelancaran proses belajar mengajar di MIN 3 Asahan. Setelah barisan dibubarkan,
kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara dewan guru dan para
petugas upacara, kemudian disusul dengan pembagian hadiah kepada para siswa
yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan
sejak dua hari sebelumnya. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) - Warga Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, yang terdiri dari Kepala Madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, se...
Pulau Rakyat (Humas) — Seluruh siswa-siswi bersama para guru dan tenaga kependidikan MIN 3 Asahan tampil kompak dan penuh keceriaan saat men...
Pulau Rakyat (Humas) - Siswa-siswi kelas 1 dan kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan bersama pihak madrasah menyambut antusias p...