Bimas Kristen: “Merawat Aspirasi, Menata Masa Depan: Bimas Kristen Asahan Respons Gagasan Pendirian Sekolah Agama Kristen Negeri di Aek Ledong”
Melaksanakan kunjungan ke Kecamatan Aek Ledong dalam rangka merespons aspirasi
Loading...
Aek Ledong (02/10/2026) Dalam upaya merespons aspirasi masyarakat sekaligus menggali potensi pengembangan pendidikan keagamaan Kristen di wilayah Kabupaten Asahan, Penyelenggara Bimas Kristen Kankemenag Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.PdK, melakukan kunjungan ke Kecamatan Aek Ledong. Kunjungan tersebut merupakan respons atas kerinduan Pdt. Nova Hutabarat, dari Gereja Kristen Moria Indonesia, untuk mendorong hadirnya Sekolah Agama Kristen Negeri di Kecamatan Aek Ledong sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan keagamaan Kristen.
Dalam kunjungan tersebut, Marintan Simanjuntak berdialog dengan Pdt. Nova Hutabarat mengenai kondisi, kebutuhan, potensi, serta peluang pengembangan pendidikan keagamaan Kristen di Kecamatan Aek Ledong.
Pdt. Nova Hutabarat menyampaikan bahwa gagasan pendirian Sekolah Agama Kristen Negeri tersebut berangkat dari kerinduan untuk menghadirkan lembaga pendidikan keagamaan Kristen yang dapat memberikan kontribusi bagi pembentukan karakter, iman, dan kualitas sumber daya manusia Kristen di wilayah Aek Ledong dan sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya memiliki dimensi akademik, tetapi juga strategis dalam membangun generasi yang memiliki integritas, karakter, dan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Nova Hutabarat juga menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mendukung proses pengembangan gagasan tersebut, sesuai dengan kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
Menanggapi aspirasi tersebut, Marintan Simanjuntak menyampaikan bahwa setiap gagasan mengenai pengembangan pendidikan keagamaan perlu ditempatkan dalam kerangka kajian kebutuhan, regulasi, kesiapan sumber daya, serta keberlanjutan kelembagaan.
“Aspirasi ini merupakan sebuah kerinduan yang perlu kita dengarkan dan kita kaji bersama. Pendirian satuan pendidikan keagamaan tentu membutuhkan proses, kajian yang komprehensif, serta pemenuhan berbagai persyaratan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Karena itu, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk melihat potensi dan kebutuhan secara lebih objektif,” ujar Marintan.
Lebih lanjut, Marintan menegaskan bahwa penguatan pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan integritas.
“Pendidikan agama tidak hanya berbicara tentang pengetahuan keagamaan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan integritas generasi. Karena itu, setiap aspirasi yang bertujuan memperkuat akses pendidikan keagamaan perlu mendapatkan perhatian dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat,” tambahnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah melalui Kementerian Agama dengan unsur gereja dan masyarakat dalam melihat kebutuhan pendidikan keagamaan di tingkat lokal.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya sinergi konstruktif antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan Kristen di Kabupaten Asahan.
Sebab, pendidikan yang dibangun dari aspirasi masyarakat, dikaji secara akademis, dan ditempuh melalui regulasi yang tepat, akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi yang beriman, berkarakter, kompeten, dan berintegritas. (DR)
Melaksanakan kunjungan ke Kecamatan Aek Ledong dalam rangka merespons aspirasi
Koordinasi Strategis untuk Mendukung Penyelenggaraan Pesparawi Kabupaten Asahan 2026 yang Aman, Tertib, dan Berkualitas
Bangun Kolaborasi Strategis untuk Mendukung Pesparawi Kabupaten Asahan 2026