Asahan (Bimas Katolik). Lingkungan
sosial yang tak kalah pentingnya dalam pengembangan diri remaja, adalah
lingkungan jemaat beriman atau Gereja. Gereja sebagai lingkungan sosial
mempunyai corak khas, yaitu dimensi iman yang lebih menonjol dibandingkan
lingkungan sosial lainnya. Tetapi tidak berarti bahwa dimensi-dimensi kemanusiaan
lainnya tidak terlibat di dalamnya. Pelayanan-pelayanan yang ada dalam Gereja
pada dasarnya merupakan wadah dan sarana umat untuk mengenal dan memperluas
wawasan pengetahuan iman, menghayati, merayakan, dan mewujudkan iman. Hal itu
hanya mungkin terjadi melalui interaksi dengan pribadi-pribadi anggota Gereja
dan keterlibatan aktif dalam berbagai pelayanan yang ada dalam Gereja. Tema
penyuluhan pada Kamis, 07 November 2024 pada Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP
Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang di salah satu ruangan yaitu Peran
Gereja bagi Perkembanganku.
Penyuluh Agama Katolik Kantor
Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. menjelaskan bahwa
Gereja memiliki peran dalam perkembangan dalam hidup seseorang. Gereja hadir di
setiap kondisi dan situasi umat. “Memang, peran utama dan pertama dalam hidup
adalah keluarga. Tetapi, peran Gereja tidak kalah penting dalam kehidupan seseorang.
Gereja mengajarkan tentang pengetahuan iman, menghayati, merayakan, hingga mewujudkan
iman,” lanjut Irawan.
Tiap Gereja baik paroki atau
stasi memiliki berbagai macam kegiatan supaya seseorang dapat terlibat dalam
kehidupan menggereja. Ada yang sama, ada yang berbeda. Pelayanan itu berguna
untuk menambah wawasan pengetahuan iman, melatih penghayatan iman, dan
mewujudkan iman, sehingga iman makin berkembang. Beberapa contoh wadah kegiatan
gereja yaitu: pertemuan kelompok kategorial Orang Muda Katolik, Bina Iman Anak
Katolik, misdinar, dll. Irawan berharap setiap pribadi dalam kelompok binaan
dapat terlibat dalam kehidupan menggereja. (AW)