Asahan (Humas BimKat). Pelaksana
Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama dengan
Penyuluh Agama Katolik, Nerisia Ginting, S.Ag., Turisnawati Marbun, S.Ag., dan
Lodewik Sitohang, S.Fil. melaksanakan kegiatan penyuluhan bagi warga binaan
beragama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhanruku pada Rabu
(20/05/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Memperdalam Iman Melalui Doa-Doa
Dasar Katolik.” Bimas Katolik Kemenag Asahan berharap para warga binaan yang
beragama Katolik tetap mengingat doa-doa dasar dalam Katolik.
Penyuluhan ini merupakan
bagian dari komitmen Bimas Katolik Kemenag Asahan dalam memberikan pembinaan
rohani secara berkelanjutan kepada umat Katolik, termasuk mereka yang sedang
menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Dalam kegiatan tersebut,
penyuluh agama Katolik memberikan pendalaman tentang doa-doa dasar dalam
tradisi Gereja Katolik seperti Tanda Salib, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan,
Aku Percaya, dan Doa Tobat. Para peserta diajak untuk tidak hanya menghafal teks
doa, tetapi juga memahami makna spiritual yang terkandung di dalamnya sebagai
bekal untuk memperkuat relasi pribadi dengan Tuhan.
Alb Irawan selaku Plt.
Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kabupaten Asahan menyampaikan bahwa doa-doa
dasar merupakan fondasi kehidupan iman setiap orang Katolik. Melalui pemahaman
yang benar, doa menjadi kekuatan batin yang mampu menuntun seseorang pada
pertobatan dan pembaruan hidup. “Doa bukan sekadar rangkaian kata-kata yang
diucapkan, melainkan ungkapan iman dan penyerahan diri kepada Allah. Dalam
situasi apa pun, termasuk ketika menjalani masa pembinaan di lapas, doa menjadi
sumber pengharapan dan kekuatan,” ujarnya.
Suasana kegiatan
berlangsung penuh kekhidmatan dan antusiasme. Para warga binaan tampak aktif
mengikuti setiap sesi, mulai dari penjelasan materi, praktik bersama, hingga
sesi tanya jawab seputar kehidupan doa dalam keseharian. Pihak Lapas
Labuhanruku menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pelayanan rohani yang
terus diberikan oleh Bimas Katolik Kemenag Asahan.
Menurut mereka, pembinaan
keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan agar
semakin siap kembali ke tengah masyarakat dengan semangat hidup yang baru.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan Katolik semakin teguh dalam iman,
mengalami pertumbuhan rohani, serta menjadikan doa sebagai jalan untuk
menemukan kedamaian batin dan harapan akan masa depan yang lebih baik. (AW)