Menjaga Alam sebagai Amanah, IPARI Asahan Gelar Penanaman Mangrove di Pesisir Asahan
Bimbingan Penyuluhan Harlah IPARI Ke 3
Loading...
Kisaran (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 tahun 2026, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan menggelar aksi nyata peduli lingkungan bertajuk Gerakan Ekoteologi berupa penanaman dan pelestarian mangrove. Kegiatan ini berlangsung khidmat di kawasan Hutan Mangrove, Dusun IX, Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Senin (25/5/2026).
Gerakan yang mengusung semangat "Menjaga Alam sebagai Amanah" ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA, bersama jajaran pengurus IPARI dan pemerintah setempat.
Dalam bimbingannya, Kakankemenag Asahan, H. Abdul Manan, MA, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para penyuluh agama. Beliau menekankan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan amanah yang harus dijalankan sebagai wujud pengabdian kepada Sang Pencipta.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluh agama tidak hanya berperan dalam urusan dakwah ritual, tetapi juga hadir dalam dakwah ekologis. Menanam mangrove adalah bagian dari menjaga titipan Allah untuk keberlangsungan hidup generasi mendatang," ujar H. Abdul Manan.
Senada dengan hal tersebut, Camat Silau Laut yang diwakili oleh Sekretaris Camat, H. Paniruan, menyambut positif kehadiran rombongan IPARI Kabupaten Asahan di wilayahnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas pemilihan Desa Silo Baru sebagai lokasi peringatan Harlah ke-3 ini.
"Kehadiran rekan-rekan IPARI di sini sangat membantu upaya kita dalam menjaga pesisir dari abrasi. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di seremoni penanaman, tetapi terus berlanjut menjadi semangat pelestarian lingkungan bagi masyarakat di Desa Silo Baru," ungkap H. Paniruan.
Ketua IPARI Kabupaten Asahan, Raja Dedi Hermansyah, didampingi Sekretaris Pokjaluh Islam, Makmur Hasibuan, menjelaskan bahwa gerakan ekoteologi ini merupakan agenda strategis organisasi dalam merespons isu-isu lingkungan hidup melalui pendekatan keagamaan.
"Harlah ke-3 IPARI ini kami isi dengan aksi nyata. Melalui penanaman mangrove, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa agama Islam sangat memperhatikan kelestarian lingkungan. Alam adalah amanah yang harus kita jaga, dan penyuluh agama berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan pentingnya keseimbangan ekosistem," pungkas Raja Dedi.
Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta, di mana bibit-bibit mangrove ditanam secara serentak di sepanjang pesisir Desa Silo Baru, sebagai simbol harapan untuk masa depan lingkungan Kabupaten Asahan yang lebih hijau dan lestari. (MH)
Bimbingan Penyuluhan Harlah IPARI Ke 3
Bimbingan Penyuluhan Program Lintas Sektoral
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral