Loading...

  • Senin, 20 April 2026

Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Penyuluhan di Lapas: Menyalakan Harapan

Bimas Katolik Kemenag Asahan dengan Petugas Lapas Labuhan Ruku

Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh Agama Katolik, Nerisia Ginting, S.Ag., Lodewik Sitohang, S.Fil., dan Turisnawati Marbun, S.Ag. melakukan penyuluhan di Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku pada Rabu (15/04/2026). Upaya pembinaan spiritual bagi warga binaan terus dilakukan melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat iman, moral, serta semangat perubahan diri para warga binaan.

 

Dalam penyampaiannya, penyuluh menekankan pentingnya pertobatan, pengampunan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. “Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Tuhan tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin memperbaiki diri,” ujar penyuluh dalam sesi refleksi. Materi yang diberikan meliputi pemahaman Kitab Suci, nilai-nilai kasih, serta penguatan karakter kristiani dalam menghadapi realitas kehidupan di dalam Lapas.

 

Kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan keterbukaan. Petugas Lapas menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual warga binaan. Menurutnya, pendekatan keagamaan mampu memberikan dampak positif dalam membentuk sikap dan perilaku yang lebih baik. “Kami sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini karena membantu warga binaan menemukan kembali jati diri dan harapan hidup,” ungkapnya.

 

Salah satu peserta mengaku merasa terhibur dan dikuatkan melalui kegiatan tersebut. “Kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan. Penyuluhan ini memberi kami semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya. Kegiatan penyuluhan agama Katolik ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dan pihak Lapas dalam membina warga binaan secara holistik—tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para warga binaan mampu menjalani masa pembinaan dengan penuh kesadaran, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. Irawan selaku Plt. Kepala Penyelenggara Katolik mengatakan, “Pembinaan ini bukan hanya melulu ibadah tetapi berusaha mengenalkan ajaran iman Katolik yang barangkali selama ini belum diperoleh.” Para warga binaan yang beragama Katolik dapat belajar sekalipun itu di dalam Lapas. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post