Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Misa Paskah Bersama di Lapas: Allah yang Berbelas Kasih
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asaha...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Suasana
penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan
oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan bersama Gereja Katolik
Paroki Sakramen Mahakudus Kisaaran dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas
IIA Labuhan Ruku pada Rabu (29/04/2026). Dengan mengangkat tema “Allah yang
Berbelas Kasih” yang diambil dari perikop Injil tentang Anak yang Hilang,
perayaan ini menjadi momen refleksi mendalam bagi seluruh umat yang hadir,
khususnya para warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.
Misa dipimpin oleh Pastor
Antonius Manik, O.Carm selaku Pastor Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran dan
dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag
Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, penyuluh agama Katolik, staf Bimas Katolik, Dewan
Pastoral Paroki, Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), WKRI Cab. Kisaran, petugas
lapas, serta puluhan warga binaan beragama Katolik. Dalam homilinya, Pastor
Anton menekankan bahwa kisah anak yang hilang bukan sekadar cerita tentang dosa
dan pertobatan, tetapi tentang kasih Allah yang tak terbatas dan selalu terbuka
bagi siapa pun yang ingin kembali. “Dalam kisah ini, kita melihat bahwa Allah
tidak pernah menutup pintu-Nya. Sejauh apa pun kita tersesat, kasih-Nya tetap
menanti. Paskah adalah momentum kebangkitan, termasuk kebangkitan hati untuk
kembali kepada Tuhan,” ungkapnya.
Penyelenggara Bimas
Katolik dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari
pelayanan pastoral yang terus diupayakan untuk mendampingi warga binaan secara
rohani. Ia menegaskan bahwa setiap pribadi memiliki kesempatan untuk berubah
dan memulai hidup baru. “Kami hadir bukan hanya membawa kegiatan keagamaan,
tetapi juga harapan. Tema Allah yang berbelas kasih ini menjadi pengingat bahwa
tidak ada manusia yang ditolak oleh Tuhan,” ujarnya.
Para warga binaan mengikuti Misa dengan penuh khidmat. Beberapa di antaranya tampak terharu, terutama saat doa tobat dan penerimaan komuni, yang menjadi simbol rekonsiliasi dengan Tuhan. Salah satu warga binaan mengungkapkan bahwa perayaan ini memberikan kekuatan batin baginya. “Saya merasa seperti anak yang kembali pulang. Di sini saya belajar bahwa Tuhan masih menerima saya,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian
Rosario, makan bersama, doa bersama dan pesan agar semangat Paskah terus
dihidupi dalam keseharian, meskipun dalam keterbatasan. Perayaan ini menjadi
bukti bahwa di balik tembok lapas, cahaya kasih dan pengampunan Allah tetap
menyinari setiap hati yang terbuka. Melalui Misa Paskah ini, diharapkan para
warga binaan semakin diteguhkan dalam iman, serta memiliki harapan baru untuk
menjalani hidup yang lebih baik di masa depan. (AW)
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asaha...
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...