Asahan (Penyuluh Katolik).
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan
Dwiatmaja, M.Fil. melakukan penyuluhan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman
Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama di salah satu
ruangan pada Senin, 09 Desember 2024.
Tema penyuluhan yaitu Apakah
Berdevosi itu sama dengan Berliturgi? Devosi dan liturgi merupakan dua hal yang
berbeda arti dan makna sehingga tidak bisa disamakan. Penyuluh yang akrab
disapa Wawan menjelaskan, “Devosi merupakan sikap hati manusia untuk mampu
menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah dengan cinta kasih yang nyata. Devosi
bisa dikatakan sebagai kebaktian khusus pribadi yang mengarah pada berbagai
misteri iman yang dikaitkan dengan devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi
kepada Bunda Maria, dan lain-lain.”
“Maka devosi itu mengarah
pada seseorang (someone), bukan pada sesuatu (something). Ketika
berdevosi, tidak lepas pula benda-benda rohani seperti rosario, relikui,
skapulir, medali, dan lain-lain. Benda-benda rohani bertujuan sebagai sarana
agar mampu semakin terarah kepada Allah dan pribadi kudus yang dituju oleh
mereka, dalam kesauan dengan Kristus,” lanjut Wawan.
“Santo Fransiskus dari Sales
memberikan penjelasan mengenai devosi demkian bahwa devosi adalah kesigapan dan
kegairahan hidup rohani, yang melalui hal itu kasih bekerja di dalam kita, dan
sebaliknya, dengan cinta dan kesiapsiagaan, dan seperti halnya memimpin kita
untuk menaati serta memenuhi semua perintah Tuhan, maka devosi memimpin kita
untuk menaati semua itu dengan segera dan tekun. Ketaatan dan ketekunan dalam
devosi membantu seseorang untuk mampu dekat dengan Allah”, tutup Wawan dalam
penyuluhan. Wawan berharap dengan mengetahui arti devosi dan liturgi, dapat
membuat kelompok binaan semakin giat untuk berdevosi. (AW)