Loading...

  • Senin, 25 Mei 2026

Penyuluh Katolik: Berdevosi = Berliturgi?

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Penyuluh Katolik). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. melakukan penyuluhan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama di salah satu ruangan pada Senin, 09 Desember 2024.

 

Tema penyuluhan yaitu Apakah Berdevosi itu sama dengan Berliturgi? Devosi dan liturgi merupakan dua hal yang berbeda arti dan makna sehingga tidak bisa disamakan. Penyuluh yang akrab disapa Wawan menjelaskan, “Devosi merupakan sikap hati manusia untuk mampu menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah dengan cinta kasih yang nyata. Devosi bisa dikatakan sebagai kebaktian khusus pribadi yang mengarah pada berbagai misteri iman yang dikaitkan dengan devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi kepada Bunda Maria, dan lain-lain.”

 

“Maka devosi itu mengarah pada seseorang (someone), bukan pada sesuatu (something). Ketika berdevosi, tidak lepas pula benda-benda rohani seperti rosario, relikui, skapulir, medali, dan lain-lain. Benda-benda rohani bertujuan sebagai sarana agar mampu semakin terarah kepada Allah dan pribadi kudus yang dituju oleh mereka, dalam kesauan dengan Kristus,” lanjut Wawan.

 

“Santo Fransiskus dari Sales memberikan penjelasan mengenai devosi demkian bahwa devosi adalah kesigapan dan kegairahan hidup rohani, yang melalui hal itu kasih bekerja di dalam kita, dan sebaliknya, dengan cinta dan kesiapsiagaan, dan seperti halnya memimpin kita untuk menaati serta memenuhi semua perintah Tuhan, maka devosi memimpin kita untuk menaati semua itu dengan segera dan tekun. Ketaatan dan ketekunan dalam devosi membantu seseorang untuk mampu dekat dengan Allah”, tutup Wawan dalam penyuluhan. Wawan berharap dengan mengetahui arti devosi dan liturgi, dapat membuat kelompok binaan semakin giat untuk berdevosi. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post