Loading...

  • Senin, 24 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik: Tetaplah Berbuat Baik dan Menjadi Pembawa Keselamatan

-

Asahan (Humas BimKat). Kita seringkali mendengar kata hari Sabat. Sabat diambil dari bahasa Ibrani, yakni Syabbat yang berarti istirahat. Hari istirahat tersebut berasal dari akar kata Syavat yang berarti beristirahat (Kamus singkat Ibrani). Hari Sabat merupakan hari yang dipakai untuk beristirahat dari aktivitas dengan berhenti melakukan berbagai pekerjaan. Hari Sabat ini merupakan hari sakral bagi orang Yahudi karena merupakan hari untuk memperingati pembebeasan dari perbudakan di Mesir dan karya besar Tuhan. Salah satu hari dari tujuh hari. Sabat merupakan peraturan yang diperintahkan langsung oleh Allah, maka sabat perlu dilaksanakan.

 

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melaksanakan penyuluhan kepada remaja Katolik pada Jumat, 18 Juli 2025 di UPTD SMP N 2 Pulau Rakyat, Desa Padang Mahondang. Tema penyuluhan ialah memaknai hari Sabat dalam konteks ajaran Yesus berdasarkan Matius 12:1-8. Kelompok binaan remaja mengikuti penyuluhan dengan antusias.

 

Dalam penyuluhannya, Wawan menjelaskan bahwa seringkali kita salah memahami tentang hari Sabat. Sabat merupakan hari penting untuk orang Yahudi. Namun, Sabat memiliki makna yang lebih mendalam ketika Yesus datang. Dengan kehadiran Yesus maka Ia adalah Tuhan atas hari Sabat. Tindakan Yesus dalam Injil seolah melanggar aturan Sabat pada masa itu tetapi menyiratkan bahwa tetaplah berbuat baik dan menjadi pembawa keselamatan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

 

Wawan berharap para remaja mendapat pemahaman baru tentang hari Sabat dan mampu menjelaskan keterkaitan makna hari Sabat dalam Perjanjian Lama dan makna hari Sabat yang dimaksud oleh Yesus. Dengan mendapat pemahaman baru, para remaja diharapkan semakin menyadari bahwa aturan hari Sabat mengajak kita untuk menebarkan kebaikan kepada siapa pun dan para remaja dapat menjadi pembawa keselamatan bagi orang-orang yang membutuhkan.

 

Para remaja mengikuti penyuluhan dengan antusias dan mereka masih mengharapkan kepada penyuuh agama Katolik untuk terus memberikan pembinaan. “Iman Katolik begitu kaya sehingga kami ingin terus mendapat penyuluhan dari Pak Wawan. Dengan penjelasan-penjelasan tentang iman Katolik, kami semakin dapat menghayati iman kekatolikan kami,” ujar Elma Tamba sebagai salah satu anggota binaan.


Pada akhir penyuluhan, Wawan menegaskan, "Hari Sabat sebagai sebuah aturan harus ditaati tetapi hari Sabat bukan untuk manusia melainkan manusia untuk hari Sabat. Artinya, aturan tercipta demi kebaikan bersama bukan malah menjadi penghalang kasih Allah kepada manusia. Dengan aturan, kita tetap dapat berbuat baik dan menjadi pembawa keselamatan bagi yang membutuhkan." (AW)

 


Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post