Loading...

  • Rabu, 19 Agustus 2026

Semakin Mencintai Devosi Rosario, Bimas Katolik Kemenag Asahan Bina Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku

Berdevosi Rosario

Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh Agama Katolik melaksanakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan beragama Katolik di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Rabu (19/08/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Semakin Mencintai Devosi Rosario” sebagai upaya memperkuat kehidupan iman dan membangun kebiasaan doa di tengah proses pembinaan yang dijalani warga binaan. Pembinaan ini menjadi bagian dari pelayanan Bimas Katolik Kemenag Asahan dalam mendampingi umat Katolik, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

 

Dalam pembinaan tersebut, Irawan menyampaikan materi mengenai makna dan pentingnya devosi Rosario dalam kehidupan umat Katolik. Ia menjelaskan bahwa Rosario bukan sekadar doa yang diucapkan secara berulang, tetapi menjadi sarana bagi umat untuk merenungkan kehidupan, karya, sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus bersama Bunda Maria. Melalui permenungan tersebut, umat diharapkan semakin mengenal kasih Kristus dan menjadikan nilai-nilai Injil sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

 

Sementara itu, Penyuluh Agama Katolik Nerisia Ginting, S.Ag., turut memberikan pembinaan dengan mengajak para warga binaan untuk memahami Rosario sebagai doa yang dapat membantu membangun ketekunan, kesabaran, dan kedekatan dengan Tuhan. Ia menekankan bahwa doa Rosario hendaknya tidak dilakukan hanya sebagai rutinitas, tetapi dihayati dengan hati yang sungguh-sungguh dan penuh iman. Dengan demikian, setiap doa dan peristiwa yang direnungkan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi serta memperbarui kehidupan rohani.

 

Pembinaan tidak berhenti pada penyampaian materi dan penjelasan mengenai devosi Rosario. Irawan bersama Nerisia Ginting secara langsung mengajak para warga binaan untuk mempraktikkan doa Rosario secara bersama-sama. Praktik tersebut dilakukan dengan suasana khidmat sehingga peserta dapat mengikuti setiap rangkaian doa sekaligus belajar menghayati makna peristiwa Rosario yang direnungkan.

 

Irawan dalam kesempatan tersebut mengajak warga binaan untuk menjadikan Rosario sebagai salah satu bentuk doa yang dapat dilakukan secara rutin, baik secara pribadi maupun bersama-sama. “Kita tidak hanya berbicara tentang Rosario, tetapi hari ini kita langsung berdoa bersama supaya kita semakin mengenal, mencintai, dan menghayati doa Rosario dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Menurutnya, doa yang dilakukan dengan ketekunan dapat menjadi kekuatan bagi setiap orang dalam menjalani berbagai situasi kehidupan.

 

Nerisia Ginting juga mengajak para peserta untuk menjadikan pengalaman doa bersama tersebut sebagai awal untuk semakin mencintai dan membiasakan diri berdoa Rosario. Ia menekankan bahwa kehidupan rohani perlu terus dipelihara melalui doa, permenungan, dan sikap hidup yang mencerminkan kasih kepada sesama. “Semoga setelah pembinaan ini, kita tidak hanya mengetahui bagaimana berdoa Rosario, tetapi juga semakin terdorong untuk melakukannya dengan penuh iman dan penghayatan,” katanya.

 

Kegiatan pembinaan keagamaan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Para warga binaan mengikuti penyampaian materi serta praktik doa Rosario dengan baik dan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Melalui pembinaan ini, Bimas Katolik Kemenag Asahan berharap warga binaan semakin memperoleh penguatan iman dan memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.


Pembinaan bersama tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara Penyelenggara Bimas Katolik dan Lapas dalam memberikan pelayanan serta pendampingan kepada umat. Kehadiran pembina keagamaan di Lapas diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menghadirkan penguatan spiritual yang dapat membantu warga binaan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Dengan semakin mencintai devosi Rosario, diharapkan para warga binaan mampu menumbuhkan iman, pengharapan, dan semangat untuk kembali menjadi pribadi yang baik di tengah keluarga dan masyarakat. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post