Asahan (Humas BimKat). Plt.
Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb
Irawan Dwiatmaja, melakukan audiensi dengan Pastor Paroki St. Mikael
Tanjungbalai, RP. Valentinus Genekoraya Kolin, CMF, untuk membahas penguatan
pendidikan agama Katolik bagi murid-murid beragama Katolik di daerah Sungai
Kepayang pada Selasa (18/08/2026). Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai
bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan Gereja
Katolik dalam memastikan pelayanan pendidikan agama Katolik dapat diterima oleh
para murid sesuai dengan kebutuhan mereka. Secara administratif dalam pelayanan
Gereja Katolik, wilayah Sungai Kepayang termasuk dalam wilayah pelayanan Gereja
Katolik Paroki St. Mikael Tanjungbalai.
Dalam audiensi tersebut, Irawan
menyampaikan pentingnya perhatian bersama terhadap keberadaan murid-murid
Katolik di Sungai Kepayang, khususnya dalam pemenuhan hak mereka untuk
memperoleh pendidikan agama Katolik. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak
Katolik di Sungai Kepayang mendapatkan pendidikan agama Katolik secara baik dan
berkelanjutan, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi
juga dapat bertumbuh dalam iman,” ujar Alb Irawan. Ia menambahkan bahwa
koordinasi dengan pihak Gereja menjadi penting untuk memperoleh gambaran yang
lebih jelas mengenai kondisi umat dan kebutuhan pelayanan pendidikan agama
Katolik di wilayah tersebut.
RP. Valent menyambut baik
audiensi yang dilakukan oleh Bimas Katolik Kemenag Asahan dan menyatakan
dukungannya terhadap penguatan pendidikan agama Katolik di Sungai Kepayang. “Gereja
tentu sangat mendukung perhatian terhadap pendidikan agama Katolik bagi
anak-anak kita, karena pendidikan iman merupakan bagian penting dalam membentuk
karakter dan kehidupan mereka,” ungkap RP. Valentinus. Menurutnya, sinergi
antara Gereja dan Kementerian Agama perlu terus dibangun agar kebutuhan umat
Katolik, khususnya anak-anak usia sekolah, dapat dilayani dengan baik.
Pembahasan juga diarahkan
pada upaya pemetaan kondisi murid-murid Katolik di Sungai Kepayang serta
kemungkinan penguatan pendampingan pendidikan agama Katolik di wilayah
tersebut. Alb Irawan menilai bahwa data mengenai jumlah murid dan kondisi
pelayanan pendidikan agama Katolik sangat diperlukan sebagai dasar dalam
menentukan langkah tindak lanjut yang tepat. “Dengan adanya data yang jelas,
kita dapat bersama-sama menyusun langkah pelayanan yang lebih terarah dan
sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” jelas Irawan.
Sebagai wilayah yang
secara administratif pelayanan Gereja berada dalam lingkup Paroki St. Mikael
Tanjungbalai, Sungai Kepayang menjadi salah satu perhatian dalam penguatan
pelayanan pendidikan dan pembinaan iman Katolik. Kerja sama antara
Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Asahan dan Paroki St. Mikael Tanjungbalai
diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan pendidikan agama Katolik
bagi murid-murid di wilayah tersebut. “Kami berharap sinergi ini tidak berhenti
pada audiensi, tetapi dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret demi
memastikan anak-anak Katolik mendapatkan pelayanan pendidikan agama yang
menjadi hak mereka,” pungkas Irawan. (AW)