Penyuluh menjelaskan tentan iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati
Asahan (Humas BimKat). Allah
senantiasa hadir menyapa, membimbing, menghibur, menuntun, dan mendorong
manusia untuk menanggapi dengan penuh iman. Iman berarti tanggapan manusia atas
tawaran kasih Allah yang menyelamatkan. Tanggapan tersebut diwujudkan dengan
penyerahan diri secara total kepada Allah yang menyatakan diri tidak karena
terpaksa, tetapi dengan sukarela. Dalam iman, manusia menyadari dan mengakui
bahwa Allah yang tak terbatas berkenan memasuki hidup manusia yang serba
terbatas, menyapa dan memanggilnya. Iman berarti juga jawaban atas panggilan
Allah, penyerahan pribadi kepada Allah yang menjumpai manusia secara pribadi
juga.
Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan penyuluhan
kepada kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang
Mahondang pada Kamis, 28 Agustus 2025. Wawan melakukan penyuluhan dengan tema Iman
Tanpa Perbuatan pada Hakikatnya Mati (Yak. 2:14-26). Wawan ingin remaja dapat
memahami dan mempraktikkan bahwa jika memiliki iman harus terwujud dalam
perbuatan.
Beriman kepada Allah harus
tampak dalam kata-kata dan perbuatan. Maka orang disebut sungguh -sungguh
beriman kalau mampu mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. “Bukankah
Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia
mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?” (Yak. 2:21). Bukan berarti
perbuatan lebih penting dan iman menjadi tidak penting. “Karena iman bekerja
sama dengan perbuatan. Dan oleh karena perbuatan iman menjadi sempurna.” (Yak.
2:22)
“Iman tanpa perbuatan itu
tidak ada artinya. Kalau beriman ya harus diwujudkan dalam tindakan. Jangan
omon-omon istilah sekarang. Tetapi juga, bukan hanya perbuatan yang penting
sehingga iman tidak penting. Harus kedua-duanya ya. Iman dan perbuatan atau iman
harus terwujud dalam perbuatan atau tindakan,” jelas Wawan dalam penyuluhan.
Wawan ingin para remaja memahami
konsep iman yang terwujud dalam tindakan sebab beriman saja tidak cukup. Iman
yang diwujudkan dalam tindakan supaya kita dapat memperoleh keselamatan dari
Allah. “Surat Yakobus dengan jelas menekankan itu. Baca terus dan pratikkan dalam
hidup harian kalian ya. Kita sama-sama praktikkan ya,” tutup Wawan dalam
penyuluhan. (AW)