Loading...

  • Minggu, 24 Mei 2026

Penyuluh Agama Katolik Tekankan Iman Tanpa Perbuatan pada Hakikatnya Mati

Penyuluh menjelaskan tentan iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati

Asahan (Humas BimKat). Allah senantiasa hadir menyapa, membimbing, menghibur, menuntun, dan mendorong manusia untuk menanggapi dengan penuh iman. Iman berarti tanggapan manusia atas tawaran kasih Allah yang menyelamatkan. Tanggapan tersebut diwujudkan dengan penyerahan diri secara total kepada Allah yang menyatakan diri tidak karena terpaksa, tetapi dengan sukarela. Dalam iman, manusia menyadari dan mengakui bahwa Allah yang tak terbatas berkenan memasuki hidup manusia yang serba terbatas, menyapa dan memanggilnya. Iman berarti juga jawaban atas panggilan Allah, penyerahan pribadi kepada Allah yang menjumpai manusia secara pribadi juga.

 

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan penyuluhan kepada kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang Mahondang pada Kamis, 28 Agustus 2025. Wawan melakukan penyuluhan dengan tema Iman Tanpa Perbuatan pada Hakikatnya Mati (Yak. 2:14-26). Wawan ingin remaja dapat memahami dan mempraktikkan bahwa jika memiliki iman harus terwujud dalam perbuatan.

 

Beriman kepada Allah harus tampak dalam kata-kata dan perbuatan. Maka orang disebut sungguh -sungguh beriman kalau mampu mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. “Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?” (Yak. 2:21). Bukan berarti perbuatan lebih penting dan iman menjadi tidak penting. “Karena iman bekerja sama dengan perbuatan. Dan oleh karena perbuatan iman menjadi sempurna.” (Yak. 2:22)

 

“Iman tanpa perbuatan itu tidak ada artinya. Kalau beriman ya harus diwujudkan dalam tindakan. Jangan omon-omon istilah sekarang. Tetapi juga, bukan hanya perbuatan yang penting sehingga iman tidak penting. Harus kedua-duanya ya. Iman dan perbuatan atau iman harus terwujud dalam perbuatan atau tindakan,” jelas Wawan dalam penyuluhan.


Wawan ingin para remaja memahami konsep iman yang terwujud dalam tindakan sebab beriman saja tidak cukup. Iman yang diwujudkan dalam tindakan supaya kita dapat memperoleh keselamatan dari Allah. “Surat Yakobus dengan jelas menekankan itu. Baca terus dan pratikkan dalam hidup harian kalian ya. Kita sama-sama praktikkan ya,” tutup Wawan dalam penyuluhan. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post