Semakin Mencintai Devosi Rosario, Bimas Katolik Kemenag Asahan Bina Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Kamis,
27 Februari 2025, Lingkungan St. Yosef Lestari Selatan Paroki Sakramen
Mahakudus Kisaran melakukan ibadat. Ibadat Sabda ini dilakukan setiap sekali
seminggu sebagai bentuk persekutuan. Umat Katolik tidak hanya merayakan
Ekaristi (Misa) bersama sekali seminggu di Gereja tetapi juga melakukan ibadat
bersama sebagai bentuk perayaan iman.
Pada ibadat ini, Penyuluh
Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil.
menjadi pemandu. Wawan memimpin ibadat dengan mengikuti tata yang berlaku dalam
Gereja Katolik. Penekanan dalam ibadat di lingkungan yaitu penghayatan Sabda
Tuhan dan perwujudan kasih.
Sabda Tuhan yang digunakan
dalam ibadat sesuai dengan kalender liturgi Katolik. Dalam awal renungannya,
Wawan menyampaikan, “Bapak, ibu, dan saudara/i yang terkasih. Pada saat ini,
untuk menjadi viral, ada berbagai cara dilakukan oleh orang. Cara yang
dilakukan bisa dengan positif bahkan ada dengan negatif. Mereka ingin viral
supaya dikenal banyak orang. Namun, hal ini berbeda dengan Yesus. Ia memang
memiliki popularitas yang tinggi tanpa harus mengatakan pada orang.”
Yesus adalah Anak Allah,
Mesias yang dinubuatkan oleh para nabi. Segala kualitas Mesias ada padaNya. Dia
adalah Anak Allah yang terurapi, yang berbicara atas nama Allah, memberi
pengajaran yang mencerahkan dan memberikan penghiburan yang sejati. Ia juga memiliki
karunia untuk mengadakan aneka mukzizat, mulai dari penyembuhan orang sakit dan
pengusiran terhadap roh-roh jahat. Seperti dikatakan penulis Surat Kepada Orang
Ibrani, Ia sungguh Anak Allah, yang sudah ada bersama Allah sebelum turun ke
dunia.
Penginjil Markus melukiskan
bahwa roh-roh jahat saja tersungkur di hadapan Yesus sambil berkata, “Engkaulah
Anak Allah!”. Peristiwa dan lukisan ini mengungkapkan bahwa roh-roh jahat itu
sembah sujud di hadapan Yesus. Apalagi kita manusia yang punya otak, akal,
pikiran, nurani dan kesadaran! Kiranya kita jauh lebih mulia dari roh-roh jahat
itu.
“Sikap sujud bisa kita ungkapkan lewat kesediaan untuk mendengarkan dan merenungkan SabdaNya dan merayakan sakramen-sakramenNya di dalam hidup kita. Sikap sujud dan hormat itu pastilah akan menghantar kita kepada pengalaman akan diselamatkan dan disembuhkan, sehingga kita semakin menerima rahmat-rahmat yang lebih melimpah, hingga akhirnya mengenyam nikmat hidup surgawi,” ungkap Wawan dalam akhir renungannya. (AW)
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...
Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, melakukan audiensi dengan Pastor Pa...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...