Loading...

  • Sabtu, 16 Mei 2026

Penyuluh Agama Katolik Mengikuti Sosialisasi Fokus Pastoral Keuskupan Agung Medan Tahun 2025: Umat Katolik yang Bermisi

Narasumber menyampaikan materi


Asahan (penyuluh Katolik). Selama tahun 2024, Fokus pastoral Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan (KAM) adalah Umat Katolik yang Berpartisipasi. Seluruh program paroki diwajibkan untuk membuat kegiatan yang bertujuan supaya umat paroki berpartisipasi. Pada tahun 2025, Fokus pastoral Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan adalah Umat Katolik yang Bermisi. Supaya setiap paroki dapat Menyusun program seturut fokus pastoral, Tim Program Pastoral KAM melaksanakan sosialisasi untuk Vikariat St. Mateus Rasul Aek Kanopan pada Selasa, 13 Agustus 2024 di Vikariat St. Mateus Rasul Aek Kanopan, Kompleks Gereja Katolik Paroki St. Pius X Aek Kanopan, Kab. Labuhanbatu Utara.

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. terlibat dengan menjadi peserta dalam sosialisasi tersebut. Irawan merupakan salah satu tim perumus program Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran yang sesuai dengan fokus pastoral. Dalam pemaparannya, Pastor Octavianus Situngkir, OFMCap. yang juga Ketua Komisi Kateketik KAM mengatakan, “Misi ada dua bentuknya yaitu ad extra (keluar): menyebarkan Injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus, dan ad intra (ke dalam): memperkuat iman mereka yang sudah mengenal Injil tapi belum mengakar, menyasar keluarga yang tidak aktif, ekonomi keluarga yang bermasalah.”

Pastor Stefanus Sihotang, OFMCap. yang juga merupakan Ketua Komisi Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PSE) KAM menambahkan, “Penyusunan program di paroki harus berpatokan pada lima (5) indikator keberasilan (IK) yang ditetapkan yaitu: 100% Umat mampu memahami arti dan makna gereja misioner, 100% Umat berbela rasa dan rela berbagi demi kesejahteraan bersama, 100% Umat membangun dan memelihara soliditas persekutuan gerejawi, 100% Umat menghidupi dan menampakkan buah-buah perayaan liturgi, 100% Umat berani menunjukkan identitas kekatolikannya di tengah masyarakat majemuk.”

Pada pemaparan terakhir, Pastor M. Marithot Simanjuntak, Pr yang juga dosen Sekolah Tinggi Pastoral (STP) St. Bonaventura Medan menjelaskan hal-hal praktis dalam penyusunan program TPP, “Penyusunan program TPP hendaknya memperhatikan situasi, kondisi, kebutuhan, kemampuan paroki; analisis statistik: data demografis, kehadiran, pendidikan, Kesehatan juga analisis kualitatif: wawancara dan diskusi; membaca berbagai dokumen Gereja dan penelitian; dan metode SWOT. Irawan berharap Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran dapat Menyusun program paroki seperti yang diharapkan. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post