Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Bimas Katolik Kemenag Asahan Ikuti Pertemuan Sinergitas Kementerian Agama dengan Gereja Katolik di Vikariat St. Mateus Rasul Aek Kanopan

Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Sumut, Koordinator Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, dan Plt. Penyelenggara Katolik Kemenag Asahan

Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh Agama Katolik dan Staf Bimas Katolik menghadiri undangan pertemuan sinergitas Kementerian Agama dengan Gereja Katolik tingkat Viakriat St. Mateus Rasul Aek Kanopan pada Senin (16/03/2026) di Aula Gereja Katolik Paroki St. Mikael Tanjungbalai. Pertemuan ini ingin menindaklanjuti dari pertemuan pada bulan Oktober 2025 yang lalu di Catholic Center, Medan. Dalam pertmuan ini, Kementerian Agama diwakili Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Marihuttua Pasaribu, S.Ag., M.Si.

 

Wawan selaku Plt. Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Asahan memberikan apresiasi kepada Gereja Katolik Paroki-paroki yang berada di Vikariat St. Mateus Rasul Aek Kanopan yang memberi tempat kepada Bimas Katolik Kemenag untuk menyampaikan tugas pokok dan fungsi dari seorang penyuluh agama Katolik. Bimas Katolik tidak ingin penyuluh agama berjalan sendiri tetapi bergandeng dengan paroki untuk pembinaan umat. Wawan mengatakan, “Selama ini timbul kesan kalau komunikasi antara penyuluh dan Gereja kurang bagus. Dengan pertemuan ini diharapkan komunikasi dan sinergitas semakin baik dan pembinaan umat semakin hidup.”

 

Penyuluh agama Katolik memiliki tugas untuk melakukan bimbingan atau penyuluhan dan pengembangan bimbingan atau pembagunan kepada kelompok sasaran sesuai dengan yang ditetapkan oleh Ditjen Bimas Katolik Kemenag RI dan arah dasar pasoral Gereja Katolik setempat. Dalam pelaksanaannya, penyuluh memiliki peras sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Para penyuluh agama Katolik melaksanakan kebijakan yang dibuat, memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan.

 

“Kemenag Asahan saat ini memiliki 4 penyuluh agama Katolik ASN. Mereka semua sudah memiliki kelompok binaan sesuai dengan juknis yang berlaku. Mereka diberdayakan untuk mengajar agama Katolik sesuai kebutuhan umat karena di Kabupaten Asahan sangat minim guru agama Katolik. Mereka melaporkan kegiatan secara berkala dan berkomunikasi dengan pastor paroki,” tegas Wawan.


Wawan berharap dengan pertemuan ini, sinergitas antara Bimas Katolik Kemenag Asahan secara khusus dapat semakin membaik. Gereja Katolik Paroki Kisaran memahami tugas pokok dan fungsi dari penyuluh dan sebaliknya penyuluh agama Katolik harus berdampak dan peka terhadap kebutuhan Gereja Katolik di Paroki Kisaran. Sinergi ini akan meningkatkan dalam memberikan pemahaman umat yang utuh. (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post