Loading...

  • Kamis, 14 Mei 2026

Mind Mapping Bantu Siswa Kelas 5C MIN 10 Asahan Memahami Hukum Bacaan Mim Sukun

Pelaksanaan presentasi

Kegiatan pembelajaran Al-Qur'an Hadis di kelas 5C MIN 10 Asahan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Pada pembelajaran kali ini, siswa mempelajari materi tentang hukum bacaan mim sukun yang meliputi Izhar Syafawi, Ikhfa Syafawi, dan Idghom Mimi. Pembelajaran dipandu langsung oleh guru bidang studi, Lasmawati SPd.Idengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping yang membuat siswa lebih mudah memahami materi secara terstruktur dan menarik. Selasa (5/05/2026)

Sejak awal pembelajaran, suasana kelas tampak aktif dan menyenangkan. Guru membuka pelajaran dengan memberikan penjelasan mengenai pengertian mim sukun serta macam-macam hukum bacaannya. Siswa kemudian diajak memahami perbedaan antara Izhar Syafawi, Ikhfa Syafawi, dan Idghom Mimi melalui contoh-contoh bacaan yang terdapat di dalam ayat Al-Qur’an. Dengan menggunakan model Mind Mapping, siswa membuat peta konsep berwarna yang memuat ciri-ciri, cara membaca, serta contoh hukum bacaan mim sukun sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga aktif berdiskusi bersama teman kelompok, menjawab pertanyaan, serta menyelesaikan tugas pembelajaran secara mandiri maupun bersama kelompok.

Dalam kegiatan LKPD, siswa diberikan tugas mencari hukum bacaan mim sukun berupa Izhar Syafawi, Ikhfa Syafawi, dan Idghom Mimi yang terdapat di dalam Surah Al-Fil. Kegiatan ini membuat siswa lebih teliti dalam membaca ayat Al-Qur’an sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menerapkan hukum tajwid dengan benar. Para siswa tampak antusias mencari dan menandai bacaan yang sesuai sambil berdiskusi bersama teman-temannya.

Pembelajaran semakin menarik ketika masing-masing kelompok mempresentasikan hasil Mind Mapping yang telah mereka buat. Dengan penuh percaya diri, siswa menjelaskan jenis-jenis hukum bacaan mim sukun beserta contohnya di depan kelas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tajwid, tetapi juga melatih keberanian dan kemampuan komunikasi mereka.

Kepala madrasah, Sartiji SPd.I MM memberikan apresiasi atas pelaksanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif tersebut. Beliau menyampaikan bahwa penggunaan model pembelajaran yang menarik seperti Mind Mapping sangat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran agama dengan lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu, pembelajaran aktif seperti ini juga mampu meningkatkan minat belajar siswa dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

Beliau berharap kegiatan pembelajaran di MIN 10 Asahan terus berkembang dengan menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna bagi seluruh siswa. Dengan pembelajaran yang menyenangkan, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post