Loading...

  • Minggu, 15 Maret 2026

Penyuluh Agama Katolik Kunjungi Pasien di RSU Bunda Mulia, Berikan Dukungan Rohani

-

Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama dengan Penyuluh Agama Katolik, Nerisia Ginting, S.Ag., dan Turisnawati Marbun, S.Ag. melakukan kunjungan pastoral ke RSU Bunda Mulia, Kisaran pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan bimbingan rohani, doa kesembuhan, dan penguatan iman kepada pasien rawat inap. Dalam kunjungan tersebut, penyuluh tidak hanya menyampaikan doa dan penguatan iman, tetapi juga mendengarkan keluh kesah serta memberikan motivasi agar para pasien tetap memiliki harapan dan semangat untuk sembuh.

 

Menurut penyuluh agama, pelayanan kepada orang sakit merupakan wujud nyata ajaran kasih dalam tradisi Gereja Katolik. “Kehadiran kita, meski sederhana, diharapkan dapat menghadirkan penghiburan dan menguatkan iman saudara-saudari kita yang sedang menderita,” ujarnya.

 

Dalam ajaran Gereja Katolik, perhatian terhadap orang sakit merupakan bagian dari karya belas kasih (corporal works of mercy) yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Hal ini juga ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik yang menempatkan pelayanan kepada mereka yang lemah dan menderita sebagai perwujudan kasih Kristiani. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Bapa Suci seperti Paus Fransiskus kerap mengingatkan pentingnya budaya perjumpaan (culture of encounter), yakni hadir secara nyata di tengah mereka yang terluka, miskin, dan sakit.

 

Salah satu keluarga yang dikunjungi mengungkapkan rasa syukur atas perhatian tersebut. “Kami merasa tidak sendirian. Kehadiran penyuluh agama memberi kekuatan tersendiri bagi anak kami yang sedang sakit,” ungkap anggota keluarga pasien. Dengan adanya pelayanan seperti ini, nilai-nilai kemanusiaan dan kasih semakin dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Gereja melalui para penyuluh agama berkomitmen untuk terus hadir di tengah umat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan penguatan.


Penyuluh mengajak keluarga untuk tetap bersatu dan saling mendukung, serta tidak kehilangan pengharapan dalam situasi sulit. Kegiatan kunjungan orang sakit ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama umat untuk saling peduli. Tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi wujud konkret solidaritas sosial dan persaudaraan sejati di tengah masyarakat. (AW)

 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post