Loading...

  • Jumat, 27 Maret 2026

Natal 25 Desember Sungguh Kelahiran Yesus Kristus dan Bukan Kelahiran Dewa Matahari: Ini Bukti Alkitabnya

-

Oleh: Pastor Postinus Gulö, OSC

Mahasiswa Doktor Hukum Gereja Universitas Gregoriana Roma, Italia  

 

Romo, saya ada 2 pertanyaan. Pertama, banyak orang mengatakan bahwa Natal 25 Desember diadopsi dari Kelahiran Dewa Matahari atau Sol Invictus. Apakah benar demikian? Kedua, kelahiran Yesus pada 25 Desember tidak dicatat dalam Kitab Suci, bagaimana kita menjelaskan ini?

 

Pertama, data sejarah Gereja. Sejak awal berdirinya Gereja, Natal sudah dirayakan pada 25 Desember. Paus Santo Telesphorus sudah merayakan Natal pada 24 Desember Malam (sudah masuk tanggal 25 Desember) sejak tahun 125.  Santo Theophilus dari Antiokhia juga menulis bahwa Yesus lahir pada 25 Desember. Santo Theophilus hidup antara tahun 120-184 Masehi.  Santo Ireneus yang lahir antara 120-124 Masehi, mencatat dalam bukunya yang berjudul: Adversus Haereses (Against Heresies), bahwa Bunda Maria mengandung pada bulan Maret. Berarti Yesus lahir pada bulan Desember, pada tanggal 25.

 

Santo Ireneus merupakan murid St. Polikarpus. Sedangkan St. Polikarpus adalah murid dari Rasul Yohanes yang adalah murid Yesus sendiri. Santo Hipolitus dari Roma (menjadi Paus 217-235), pada tahun 204 ia mencatat bahwa Yesus lahir pada 25 Desember. Sementara perayaan kelahiran Dewa Matahari pada 25 Desember baru terjadi pada tahun 274. Datanya begini. Tanggal 25 Desember sebagai perayaan Dewa Matahari terjadi pada zaman Kaisar Aurelianus (tahun 214-275) dan Kaisar Julianus (tahun 332-362). Kelahiran Dewa Matahari sendiri pada tahun 274.

 

Artinya, Gereja tidak mengadopsi tanggal kelahiran Dewa Matahari. Banyak ahli sejarah yang berkesimpulan bahwa justru Kaisar Aurelianus atau Kaisar Julianus yang mengadopsi perayaan Natal.

 

Kedua, data berdasarkan Injil Lukas bab 1. Kisah Lukas bahwa "Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Waktu Zakharia melaksanakan pelayanan di Bait Suci, Malaikat Tuhan memberi kabar kepadanya bahwa istrinya Elisabet akan mengandung" (Yohanes Pembaptis), diperoleh data penting.

 

Ahli Tafsir Perancis, Annie Jaubert dan Prof. Shemarjahu Talmon meneliti data ini berdasarkan Kalender Yobel dan Qumran yang dipakai oleh kaum Esseni. Mereka temukan data bahwa: pertama, tanggal ketika Malaikat memberitahu Zakharia bahwa Elisabet mengandung Yohanes Pembaptis terjadi pada 23 September. Kedua, enam bulan kemudian, yakni pada 25 Maret, Malaikat Gabriel memberi kabar kepada Bunda Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Dengan data ini, maka Bunda Maria melahirkan Yesus pada 25 Desember.  


Dari ringkasan di atas, sangat jelas bahwa: pertama, Natal 25 Desember tidak diadopsi dari Perayaan Kelahiran Dewa Matahari. Kedua, data Natal 25 Desember dapat ditelusuri berdasarkan tafsiran Kitab Suci yang berbasis data arkeolog dari data Kalender Yobel dan Qumran.

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post