Mahasiswa
Doktor Hukum Gereja Universitas Gregoriana Roma, Italia
Romo,
saya ada 2 pertanyaan. Pertama, banyak orang mengatakan bahwa Natal 25 Desember
diadopsi dari Kelahiran Dewa Matahari atau Sol Invictus. Apakah benar
demikian? Kedua, kelahiran Yesus pada 25 Desember tidak dicatat dalam Kitab
Suci, bagaimana kita menjelaskan ini?
Pertama,
data sejarah Gereja. Sejak awal berdirinya Gereja, Natal sudah dirayakan pada
25 Desember. Paus Santo Telesphorus sudah merayakan Natal pada 24 Desember
Malam (sudah masuk tanggal 25 Desember) sejak tahun 125. Santo Theophilus dari Antiokhia juga menulis
bahwa Yesus lahir pada 25 Desember. Santo Theophilus hidup antara tahun 120-184
Masehi. Santo Ireneus yang lahir antara
120-124 Masehi, mencatat dalam bukunya yang berjudul: Adversus Haereses
(Against Heresies), bahwa Bunda Maria mengandung pada bulan Maret. Berarti
Yesus lahir pada bulan Desember, pada tanggal 25.
Santo
Ireneus merupakan murid St. Polikarpus. Sedangkan St. Polikarpus adalah murid
dari Rasul Yohanes yang adalah murid Yesus sendiri. Santo Hipolitus dari Roma
(menjadi Paus 217-235), pada tahun 204 ia mencatat bahwa Yesus lahir pada 25
Desember. Sementara perayaan kelahiran Dewa Matahari pada 25 Desember baru
terjadi pada tahun 274. Datanya begini. Tanggal 25 Desember sebagai perayaan
Dewa Matahari terjadi pada zaman Kaisar Aurelianus (tahun 214-275) dan Kaisar
Julianus (tahun 332-362). Kelahiran Dewa Matahari sendiri pada tahun 274.
Artinya,
Gereja tidak mengadopsi tanggal kelahiran Dewa Matahari. Banyak ahli sejarah
yang berkesimpulan bahwa justru Kaisar Aurelianus atau Kaisar Julianus yang
mengadopsi perayaan Natal.
Kedua,
data berdasarkan Injil Lukas bab 1. Kisah Lukas bahwa "Pada zaman Herodes, raja
Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Waktu
Zakharia melaksanakan pelayanan di Bait Suci, Malaikat Tuhan memberi kabar
kepadanya bahwa istrinya Elisabet akan mengandung" (Yohanes Pembaptis),
diperoleh data penting.
Ahli
Tafsir Perancis, Annie Jaubert dan Prof. Shemarjahu Talmon meneliti data ini
berdasarkan Kalender Yobel dan Qumran yang dipakai oleh kaum Esseni. Mereka
temukan data bahwa: pertama, tanggal ketika Malaikat memberitahu Zakharia bahwa
Elisabet mengandung Yohanes Pembaptis terjadi pada 23 September. Kedua, enam
bulan kemudian, yakni pada 25 Maret, Malaikat Gabriel memberi kabar kepada
Bunda Maria bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Dengan data ini, maka
Bunda Maria melahirkan Yesus pada 25 Desember.
Dari
ringkasan di atas, sangat jelas bahwa: pertama, Natal 25 Desember tidak
diadopsi dari Perayaan Kelahiran Dewa Matahari. Kedua, data Natal 25 Desember
dapat ditelusuri berdasarkan tafsiran Kitab Suci yang berbasis data arkeolog
dari data Kalender Yobel dan Qumran.