Sambut Bulan Haji, Penyuluh Agama Ajak Jamaah Majelis Taklim Amaliyah Maknai Keutamaan Bulan Dzulqoidah
Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim
Loading...
Kisaran (Humas) – Menjelang tibanya musim haji, Majelis Taklim Amaliyah Kelurahan Mutiara menggelar kegiatan Bimbingan Penyuluhan rutin pada Selasa, 12 Mei 2026. Bertempat di Masjid Amaliyah Blok U, kegiatan kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kalender hijriah, yakni "Dzulqoidah Dekat Bulan Dzulhijjah."
Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam, Raja Dedi Hermansyah, memberikan penjelasan mendalam mengenai kedudukan bulan Dzulqoidah sebagai pintu gerbang menuju bulan sakral Dzulhijjah.
Dalam paparannya, Raja Dedi Hermansyah menjelaskan bahwa Dzulqoidah secara bahasa berarti "Yang Duduk." Dinamakan demikian karena pada bulan ini masyarakat Arab zaman dahulu "duduk" (berhenti) dari berperang untuk mempersiapkan perjalanan haji.
"Dzulqoidah bukan sekadar bulan penantian. Ia adalah satu dari empat bulan haram (mulia) di mana amal saleh dilipatgandakan pahalanya dan kemaksiatan pun diperberat dosanya," ujar Raja Dedi di hadapan jamaah.
Beliau merujuk pada Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36 mengenai kemuliaan bulan-bulan haram:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram...” (QS. At-Taubah: 36)
Lebih lanjut, beliau mengutip hadits Rasulullah SAW yang merinci keempat bulan tersebut:
"Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqoidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Satu bulan lagi adalah Rajab Mudhor..." (HR. Bukhari & Muslim)
Mengingat posisi Dzulqoidah yang berdampingan langsung dengan Dzulhijjah, penyuluh menekankan pentingnya melakukan "pemanasan" ibadah. Jamaah diajak untuk memperbanyak puasa sunnah, sedekah, dan memperbaiki kualitas shalat sebagai bekal spiritual sebelum memasuki sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang sangat utama.
"Jika kita ingin memanen keberkahan di bulan Dzulhijjah nanti, maka di bulan Dzulqoidah inilah kita mulai menanam niat dan konsistensi ibadah kita," tutupnya.
Kegiatan bimbingan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan doa bersama untuk keselamatan para calon jamaah haji, khususnya yang berasal dari Kelurahan Mutiara, yang akan segera berangkat menuju tanah suci.(RH)
Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim
Bimbingan Penyuluhan keluarga
Bimbingan Penyuluhan Keluarga