Loading...

  • Jumat, 17 April 2026

Merajut Kemanusiaan dalam Penghambaan: Memperluas Makna Ketaatan di Luar Ibadah Ritual

fgby:humaskemenagasahan

Kisaran (Humas). Memasuki hari keempat rangkaian Pekan Ramadan Mubarak Berdampak, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan kembali menggelar talkshow inspiratif yang menitikberatkan pada penguatan karakter religius dan sosial. Acara yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema besar "Merajut Kemanusiaan dalam Penghambaan," sebuah narasi yang mengajak umat untuk merefleksikan kembali hakikat ibadah di bulan suci, Kamis (05/03/2026).

Hadir sebagai pemateri utama, Dr. H. Sahrul Nasution, MA, yang merupakan Dekan Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan, Kisaran. Dalam paparannya, Dr. Sahrul membedah konsep penghambaan yang seringkali disalahartikan hanya sebatas ritual formalitas. Beliau menegaskan bahwa esensi dari seorang hamba yang bertakwa adalah mereka yang mampu menyelaraskan hubungan dengan Tuhan (Hablum Minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).

Poin krusial yang menjadi sorotan dalam tausiyah tersebut adalah penegasan bahwa seorang muslim yang taat tidak boleh berhenti di atas sajadah. Dr. Sahrul menekankan bahwa ibadah ritual seperti shalat dan puasa seharusnya menjadi bahan bakar moral bagi setiap individu untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. "Ketaatan kita kepada Allah harus bertransformasi menjadi kepedulian, kasih sayang, dan bantuan nyata kepada orang-orang di sekitar kita," ujarnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kesalehan individu yang tidak melahirkan kesalehan sosial adalah sebuah ketimpangan dalam beragama. Ramadhan, menurut Dr. Sahrul, adalah momentum terbaik untuk melatih kepekaan sosial tersebut. Jika seseorang mengaku berpuasa namun menutup mata terhadap penderitaan tetangganya, maka ada dimensi kemanusiaan yang terputus dalam proses penghambaannya kepada Sang Pencipta.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dan dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Kantor Kemenag Asahan. Tampak hadir para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Asahan, para Kepala Madrasah, serta perwakilan dari berbagai Majelis Taklim. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen kolektif instansi agama dalam menyebarkan syiar Islam yang moderat dan humanis.

Tidak hanya dari kalangan pejabat dan tokoh agama, acara ini juga melibatkan generasi muda melalui kehadiran siswa-siswi Madrasah. Partisipasi aktif para pelajar ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi terhadap dinamika masyarakat di Kisaran dan sekitarnya.

Talkshow hari keempat ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang hangat. Melalui kegiatan Pekan Ramadan Mubarak Berdampak ini, Kemenag Asahan berharap pesan-pesan universal tentang kemanusiaan dapat terinternalisasi dengan baik, menjadikan Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan katalisator perubahan sosial yang nyata demi mewujudkan masyarakat yang harmonis dan religius. Kegiatan ini juga ditayangkan secara online melalui media sosial Kemenag Asahan seperti tiktok, instagram, facebook dan youtube. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post