Loading...

  • Jumat, 17 April 2026

Buka Seminar Teacher's Motivation, Kakankemenag Asahan: Mengajar dengan Hati dan Berbasis Genetik Ciptakan Pembelajaran Menggembirakan

fgby:humaskemenagasahan

Kisaran (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., secara resmi membuka agenda Seminar Teacher’s Motivation yang mengusung tema inovatif Pembelajaran Menggembirakan Berbasis Genetik yang diselenggarakan oleh Penerbit CV. Media Medan. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis ini dilaksanakan di Aula Yayasan Pendidikan Qur’an (YPQ) Kisaran dengan dihadiri oleh para pendidik dari berbagai satuan pendidikan, Kamis (16/04/2026).

Dalam sambutannya, Kakankemenag Asahan menekankan bahwa tantangan pendidikan saat ini memerlukan pendekatan yang lebih personal. Beliau memberikan apresiasi atas pengangkatan tema berbasis genetik, yang dinilai mampu membantu guru memahami potensi unik setiap siswa sejak dini, sehingga proses belajar tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Dalam bimbingan dan arahannya, Abdul Manan menjelaskan bahwa kunci utama pendidikan yang berhasil adalah saat seorang guru merasa bahagia dalam menjalankan tugasnya. "Mengajar yang membahagiakan bagi guru akan tercapai jika kita mampu mengajar dari hati, menciptakan suasana kelas yang kreatif serta interaktif, dan menjadikan kesuksesan siswa sebagai kebahagiaan kita," ujar beliau di hadapan para peserta.

Sebagai panduan bagi para guru, Kakankemenag memaparkan beberapa poin penting yang menjadi fondasi pembelajaran menggembirakan. Poin pertama adalah mengajar dengan hati dan tulus. Beliau menegaskan bahwa ketulusan adalah energi yang tidak terlihat namun bisa dirasakan oleh siswa. Guru yang tulus akan memberikan yang terbaik tanpa pamrih, yang pada akhirnya akan membuahkan hasil pendidikan yang berkah.

Poin kedua adalah pentingnya membangun koneksi emosional. Menurut beliau, sebelum guru menyentuh pikiran siswa dengan logika dan materi, mereka harus terlebih dahulu menyentuh hati siswa. Hubungan batin yang kuat antara guru dan murid akan meruntuhkan tembok penghalang dalam belajar, sehingga komunikasi dua arah dapat berjalan secara harmonis di dalam kelas.

Selanjutnya, beliau mendorong para pendidik untuk selalu kreatif dan energik. Di era digital ini, guru dituntut untuk tidak monoton. Sosok yang enerjik akan membawa aura positif ke dalam kelas, sementara kreativitas dalam penyampaian materi akan membuat siswa tetap antusias dan penasaran terhadap pelajaran yang diberikan.

Poin keempat yang disampaikan adalah keberanian untuk menjadi diri sendiri. Kakankemenag berpesan agar guru memiliki karakter yang orisinal dan tidak sekadar meniru gaya orang lain secara kaku. Dengan menjadi diri sendiri, seorang guru akan tampil lebih natural dan tulus, yang memudahkan mereka untuk mendapatkan kepercayaan serta rasa hormat dari para peserta didik.

Sebagai penutup, beliau menekankan agar guru senantiasa fokus pada proses dan perkembangan. Dibandingkan hanya mengejar hasil akhir berupa nilai akademik, guru diharapkan lebih menghargai setiap perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas siswa sekecil apa pun. Dengan menutup arahannya, Kakankemenag berharap seminar ini mampu melahirkan guru-guru yang lebih inspiratif di lingkungan Kabupaten Asahan. Tampak hadir Kasi Penmad Dr. Hj. Sri Muchlis, M.I.Kom., Ketua Yayasan Pendidikan Quran Kisaran, Pengurus CV. Media dan tamu undangan lainnya. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post