Bimas Katolik Kemenag Asahan Laksanakan Misa Paskah Bersama di Lapas: Allah yang Berbelas Kasih
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asaha...
Loading...
Vatikan secara resmi merilis kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September 2024. Berita rencana kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa sukacita bagi Indonesia. Paus Fransiskus merupakan pemimpin umat Katolik seluruh dunia dan pemimpin negara yang disebut Takhta Suci. Terakhir kali paus yang berkunjung ke Indonesia adalah Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Setelah 35 tahun berlalu, pimpinan umat Katolik sedunia kembali mengujungi Indonesia.
Vatikan merupakan negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 06 Juli 1947 dengan membentuk Kedutaan Besar (Apostolic Nuncianture) di Jakarta. Hal ini menandakan bahwa Vatikan mendukung perkembangan Indonesia selanjutnya. Bahkan bila dimakna secara mendalam, Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang baik untuk menjadi bangsa yang besar.
Kunjungan Paus Fransiskus dapat dimaknai dari berbagai macam perspektif. Selain sebagai pemimpin negara, Paus Fransiskus merupakan pemimpin agama sehingga memiliki peran strategis untuk dunia. Pesan-pesan keagamaan dan sosial selalu disuarakan oleh paus. Paus ingin menciptakan dunia yang damai dan penuh keadilan. Penulis memaknai kunjungan ini sebagai penguat dari program unggulan Kementerian Agama yaitu moderasi beragama. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, tindakan di tengah-tengah dalam arti tidak ekstrem. Hal ini senada dengan apa yang Paus Fransiskus dan Imam Besar Ahmad Al-Tayyeb pada dokumen The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together. Dokumen Abu Dhabi ini menjadi peta jalan yang sungguh berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis di antara umat beragama, dan berisi beberapa pedoman yang harus disebarluaskan ke seluruh dunia.
Kunjungan Paus Fransiskus mengindikasikan bahwa Paus Fransiskus mendukung dan mengakui pesan-pesan yang terkandung dalam Pancasila yaitu satu dalam keberagaman. Kunjungan ini menjadi pengakuan bahwa Indonesia merupakan rumah untuk semua orang. Dengan kunjungan ini, sebagai bangsa Indonesia kita dapat memetik pesan moral dengan pertanyaan refleksi: sudah sejauh mana kita bersikap moderat dalam beragama? Semoga kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia menggugah hati kita terlebih umat Katolik, sudah sejauh mana menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia seperti yang diungkapkan alm. Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ.
Suasana penuh haru dan sukacita mewarnai pelaksanaan Misa Paskah yang diselenggarakan oleh Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asaha...
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyuluh A...
Asahan (Humas BimKat). Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja be...