Hari Kedua MTQN ke-57 Asahan, Peserta Cabang MSQ Tampil di Hadapan Dewan Hakim
Bimbingan Penyuluhan Syiar MTQN KE 57 Kabupaten Asahan
Loading...
Kisaran (Humas) — Pelaksanaan hari kedua Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-57 Kabupaten Asahan pada cabang Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) Jumat , 17 April 2026 berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan yang digelar di aula Melati Kantor Bupati Asahan tersebut menghadirkan para peserta dari berbagai kecamatan yang tampil di hadapan dewan hakim dengan penuh kesungguhan dan kesiapan.
Sejak pagi hari, peserta secara bergiliran menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menyampaikan syarahan Al-Qur’an yang meliputi tilawah, terjemahan, serta uraian kandungan ayat. Setiap penampilan mendapat perhatian serius dari dewan hakim yang melakukan penilaian secara cermat dan terukur.
Dewan hakim yang bertugas pada cabang MSQ terdiri dari para tokoh yang berkompeten di bidangnya, yakni H. Dahmul Daulay, S.Ag., MA, Dr. Nazrul Aswad, S.H.I., MH, H. Raja Dedi Hermansyah, MM., MA, H. Zamaluddin Damanik, S.Ag., Hakiki Kaputra, S.Pd., dan Maharani, S.Pd. Sementara itu, tugas kepaniteraan diemban oleh Dr. Kenny Augusto Arie Wibowo, S.Pd.I., M.Pd. Kehadiran dewan hakim dan panitera tersebut menjadi jaminan terselenggaranya proses penilaian yang objektif, profesional, dan akuntabel.
Salah satu dewan hakim, H. Raja Dedi Hermansyah, MM., MA, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa cabang MSQ tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan membaca dan menerjemahkan ayat, tetapi juga pada kedalaman pemahaman serta kemampuan menyampaikan pesan Al-Qur’an secara sistematis dan komunikatif. Menurutnya, peserta dituntut mampu menghadirkan syarahan yang relevan dengan kondisi kekinian tanpa mengabaikan kaidah bahasa dan nilai-nilai keilmuan Al-Qur’an.
Adapun aspek penilaian dalam cabang MSQ mencakup materi, ketepatan terjemah, sistematika penyampaian, serta kaidah dan gaya bahasa. Selain itu, unsur retorika, kekompakan tim, serta penguasaan panggung juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas penampilan peserta.
Suasana ruang perlombaan tampak khidmat dan kondusif. Dewan hakim menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, sementara para peserta menunjukkan performa maksimal dengan penyampaian yang runtut dan komunikatif.
Pelaksanaan cabang MSQ pada hari kedua ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi Qur’ani dalam memahami serta menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an secara kontekstual. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan peserta terbaik yang dapat mewakili Kabupaten Asahan pada tingkat yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. (RH)
Bimbingan Penyuluhan Syiar MTQN KE 57 Kabupaten Asahan
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral Pemerintahan
Bimbingan Penyuluhan Lintas Organisasi Masyarakat Islam