Belajar Sambil Bermain, Siswa Kelas 1A MIN 3 Asahan Antusias Kuasai Konsep Letak Benda
Pulau Rakyat (Humas) – Siswa kelas 1A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti kegiatan pembelajaran tematik tentang konsep letak...
Loading...
Pulau Rakyat
(Humas) - Siswa kelas 4 B Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan
kegiatan literasi membaca secara rutin di lingkungan belajar sementara.
Kegiatan yang secara langsung dipandu oleh wali kelas 4 B, Rizkida, bertujuan
untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini dengan memanfaatkan
koleksi buku bacaan yang variatif dan edukatif. (07/05)
Saat dimintai keterangan, Rizkida, guru kelas 4 B mengungkapkan
bahwa pelaksanaan program ini dilakukan dengan setiap pagi, sebelum bel masuk
berbunyi, para siswa secara mandiri mengambil buku favorit mereka dan mulai
tenggelam dalam bacaan masing-masing tanpa perlu diminta berulang kali. Praktik
ini dirancang untuk menenangkan pikiran siswa sebelum menerima materi pelajaran
yang lebih berat.
"Begitu
waktu membaca usai, para siswa langsung memasuki sesi 'Ringkasan Bacaan' dengan
menggunakan jurnal khusus untuk mencatat poin-poin penting dari hasil bacaan
mereka, di dalam jurnal tersebut, mereka tidak hanya menuliskan ringkasan teks,
tetapi juga saya bebaskan untuk menggambar ilustrasi sederhana yang mewakili
isi cerita. Tujuan utamanya adalah agar kreativitas visual mereka terasah, sekaligus
melatih kemampuan mereka dalam merangkum sebuah narasi secara logis dan
terstruktur." Jelas Rizkida
Kepala MIN 3
Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd, memberikan dukungan penuh terhadap
inisiatif ini. Ia menekankan bahwa kemampuan literasi bukan sekadar membaca,
melainkan cara siswa memahami dan mengolah informasi untuk meningkatkan
kualitas diri. Karena targetnya ingin menciptakan madrasah menjadi lingkungan
yang literat, di mana membaca menjadi kebutuhan, bukan beban bagi siswa.
"Saya
memberikan dukungan sepenuhnya terhadap inisiatif literasi ini karena bagi
saya, kemampuan literasi bukan hanya sebatas aktivitas membaca teks, melainkan
bagaimana siswa mampu memahami serta mengolah informasi demi meningkatkan
kualitas diri mereka, target besar kami adalah menciptakan lingkungan madrasah
yang literat, di mana kegiatan membaca telah bertransformasi menjadi sebuah
kebutuhan pokok dan bukan lagi dianggap sebagai beban oleh para siswa."
Ujar Ummiati.
Ummiati Nasution selaku pimpinan madrasah juga kerap melakukan
kunjungan mendadak ke kelas-kelas untuk melihat efektivitas program ini. Ia
sering mengajak dialog ringan dengan para siswa mengenai pesan moral dari buku
yang sedang dibaca. Kehadirannya memberikan dorongan moral yang kuat bagi siswa
untuk terus mempertahankan kebiasaan positif tersebut.
"Kami
melihat dampak positif yang nyata, karena dapat mengasah kognitif para siswa,
literasi ini menjadi sarana menanamkan karakter seperti kesabaran dan ketelitian
melalui buku-buku pilihan yang sarat akan nilai budi pekerti sesuai visi
madrasah." Ujar Ummiati.
Dikesempatan
yang sama, Ummiati Nasution, menyatakan
bahwa ke depannya pihak madrasah berencana memberikan penghargaan "Bintang
Literasi" setiap bulan bagi siswa yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam
program tersebut. Ia berharap apresiasi ini dapat memicu kompetisi yang sehat
sekaligus semakin mempopulerkan budaya membaca di seluruh jenjang kelas. Lebih
lanjut, Ummiati juga menjelaskan bahwa program literasi ini dipersiapkan
sebagai fondasi kuat bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa
depan, yang mana hal ini sejalan dengan gerakan nasional Literasi Sekolah dari
pemerintah. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) – Siswa kelas 1A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti kegiatan pembelajaran tematik tentang konsep letak...
Pulau Rakyat (Humas) - Siswa kelas 4 B Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan kegiatan literasi membaca secara rutin di ling...
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa-siswi MIN 3 Asahan menunjukkan semangat yang luar biasa dengan tetap mengikuti program ekstrakurikuler Tahfizh...