Loading...

  • Kamis, 07 Mei 2026

Cetak Generasi Qur’ani, MIN 3 Asahan Jadikan Program Tahfizh Jantung Pembinaan Karakter

Terlihat siswa sedang menyetorkan hafalannya kepada guru pembimbing

Pulau Rakyat (Humas) — Siswa-siswi MIN 3 Asahan menunjukkan semangat yang luar biasa dengan tetap mengikuti program ekstrakurikuler Tahfizh Al-Qur’an secara rutin setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu, meskipun saat ini harus belajar di lokasi sementara akibat proses renovasi gedung madrasah. Kegiatan yang diikuti sebanyak 20 orang siswa berasal dari kelas 3 hingga kelas 5 ini bertujuan untuk membina karakter religius siswa serta menumbuhkan cinta mereka kepada Al-Quran. (06/05)

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa program Tahfizh bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan jantung dari visi madrasah dalam membentuk karakter murid.

Ummiati Nasution juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari ekstrakurikuler ini adalah untuk mencetak generasi yang memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an sejak dini. Ummiati berharap melalui program ini, siswa tidak hanya hafal secara lisan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Qur’ani dalam perilaku sehari-hari mereka.

“Maksud dan tujuan utama kami mengadakan kegiatan Tahfizh ini adalah untuk membekali anak-anak dengan landasan agama yang kokoh serta menjaga agar mereka memiliki akhlakul karimah yang bersumber dari Al-Qur’an, meskipun dalam situasi darurat seperti sekarang,” ujar Ummiati Nasution.

Dikesempatan itu juga, Ummiati menjelaskan bahwa program tahfidz ini dirancang secara sistematis dengan target pencapaian yang jelas. Para peserta didik difokuskan untuk menuntaskan hafalan pada Juz 30, Juz 1, dan Juz 2. Selain mengejar kuantitas hafalan, aspek kualitas menjadi prioritas utama. Guru pembimbing secara intensif memperbaiki bacaan Al-Qur’an peserta sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan makharijul huruf yang benar. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga mampu melantunkan ayat-ayat suci dengan tartil dan fasih.

Penanggung jawab kegiatan, Uci Humairoh Daulay, S.Pd., menambahkan bahwa menjaga rutinitas hafalan adalah hal yang krusial. Menurutnya, prinsip utama dalam menghafal Al-Qur’an adalah pengulangan yang konsisten, atau yang sering disebut dengan prinsip “hafal, kaji karena diulang”

Uci Humairoh Daulay juga menuturkan bahwa tanpa adanya pendampingan dan pengawasan yang rutin dari para guru, proses hafalan siswa berisiko mengalami kefakuman atau penurunan kualitas yang signifikan. Oleh karena itu, kegiatan ini tetap diprioritaskan demi menjaga semangat belajar dan integritas hafalan para siswa

“Kami tetap melaksanakan kegiatan Tahfizh ini sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kami sebagai guru,” tegas Uci disela-sela kesibukannya.

Sebelum menutup pernyataannya, Uci Humairah berharap melalui konsistensi program yang telah berjalan 6 tahun ini, para siswa MIN 3 Asahan tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi penjaga Al-Qur’an yang beradab mulia, sehingga langkah ini menjadi amal jariyah dan fondasi yang kuat bagi masa depan siswa yang gemilang. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post