Cetak Generasi Qur’ani, MIN 3 Asahan Jadikan Program Tahfizh Jantung Pembinaan Karakter
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa-siswi MIN 3 Asahan menunjukkan semangat yang luar biasa dengan tetap mengikuti program ekstrakurikuler Tahfizh...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa-siswi MIN 3 Asahan menunjukkan
semangat yang luar biasa dengan tetap mengikuti program ekstrakurikuler Tahfizh
Al-Qur’an secara rutin setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu, meskipun saat ini
harus belajar di lokasi sementara akibat proses renovasi gedung madrasah.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 20 orang siswa berasal dari kelas 3 hingga kelas
5 ini bertujuan untuk membina karakter religius siswa serta menumbuhkan cinta
mereka kepada Al-Quran. (06/05)
Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd.,
menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. Ia
menekankan bahwa program Tahfizh bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan
jantung dari visi madrasah dalam membentuk karakter murid.
Ummiati Nasution juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari
ekstrakurikuler ini adalah untuk mencetak generasi yang memiliki kedekatan
spiritual dengan Al-Qur’an sejak dini. Ummiati berharap melalui program ini,
siswa tidak hanya hafal secara lisan, tetapi juga mampu mengimplementasikan
nilai-nilai Qur’ani dalam perilaku sehari-hari mereka.
“Maksud dan tujuan utama kami mengadakan kegiatan Tahfizh
ini adalah untuk membekali anak-anak dengan landasan agama yang kokoh serta
menjaga agar mereka memiliki akhlakul karimah yang bersumber dari Al-Qur’an,
meskipun dalam situasi darurat seperti sekarang,” ujar Ummiati Nasution.
Dikesempatan itu juga, Ummiati menjelaskan bahwa program tahfidz
ini dirancang secara sistematis dengan target pencapaian yang jelas. Para
peserta didik difokuskan untuk menuntaskan hafalan pada Juz 30, Juz 1, dan Juz
2. Selain mengejar kuantitas hafalan, aspek kualitas menjadi prioritas utama.
Guru pembimbing secara intensif memperbaiki bacaan Al-Qur’an peserta sesuai
dengan kaidah ilmu tajwid dan makharijul huruf yang benar. Hal ini dilakukan
agar siswa tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga mampu melantunkan
ayat-ayat suci dengan tartil dan fasih.
Penanggung jawab kegiatan, Uci Humairoh Daulay, S.Pd.,
menambahkan bahwa menjaga rutinitas hafalan adalah hal yang krusial.
Menurutnya, prinsip utama dalam menghafal Al-Qur’an adalah pengulangan yang
konsisten, atau yang sering disebut dengan prinsip “hafal, kaji karena diulang”
Uci Humairoh Daulay juga menuturkan bahwa tanpa adanya
pendampingan dan pengawasan yang rutin dari para guru, proses hafalan siswa
berisiko mengalami kefakuman atau penurunan kualitas yang signifikan. Oleh
karena itu, kegiatan ini tetap diprioritaskan demi menjaga semangat belajar dan
integritas hafalan para siswa
“Kami tetap melaksanakan kegiatan Tahfizh ini sebagai
bentuk tanggung jawab dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pokok dan
fungsi kami sebagai guru,” tegas Uci disela-sela kesibukannya.
Sebelum menutup pernyataannya, Uci Humairah berharap
melalui konsistensi program yang telah berjalan 6 tahun ini, para siswa MIN 3
Asahan tidak hanya tumbuh menjadi individu yang cerdas secara akademik, tetapi
juga menjadi penjaga Al-Qur’an yang beradab mulia, sehingga langkah ini menjadi
amal jariyah dan fondasi yang kuat bagi masa depan siswa yang gemilang. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa-siswi MIN 3 Asahan menunjukkan semangat yang luar biasa dengan tetap mengikuti program ekstrakurikuler Tahfizh...
Pulau Rakyat (Humas) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menerima kunjungan dari Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs) Al-Manaar Pulu Raj...
Pulau Rakyat (Humas) - Hafizah Siagian, siswi salah satu siswa berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, berhasil menunjuk...