Loading...

  • Kamis, 18 Juni 2026

Semangat Hijrah, Generasi Berkarakter: Perayaan 1 Muharram di MIN 3 Asahan

Para siswa tampak khusyuk medengarkan tausyiah dari penceramah

Pulau Rakyat Tua (Humas) – Keluarga besar MIN 3 Asahan menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf pegawai di Masjid Al-Hidayah pada Selasa (16/06). Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi warga madrasah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman religius di awal tahun baru Islam.

Sejak pagi, suasana Masjid Al-Hidayah telah dipadati oleh para siswa yang mengenakan seragam kebanggaan mereka. Wajah-wajah ceria menyambut datangnya tahun baru Islam dengan semangat yang luar biasa.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang merdu oleh Muhammad Al-Bukhari perwakilan kelas 5 B, yang kemudian disusul dengan lantunan sholawat yang menggema di seluruh ruangan masjid, menciptakan suasana hati yang tenang dan syahdu bagi seluruh peserta.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menanamkan nilai-nilai hijrah secara mendalam, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa sejak usia dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter mulia. Dalam pernyataannya, Ummiati menekankan bahwa peringatan tahun baru Islam bukanlah sekadar agenda rutin tahunan atau perayaan seremonial belaka. Sebaliknya, momen ini adalah kesempatan emas bagi setiap siswa untuk melakukan refleksi diri dan berupaya memperbaiki kualitas ibadah serta kedisiplinan belajar.

"Kami ingin para siswa memahami bahwa hijrah memiliki makna yang luas bagi kehidupan mereka saat ini. Melalui peringatan ini, madrasah berupaya membangun fondasi akhlak yang kuat agar anak-anak kita senantiasa berada di jalan kebaikan," ujar Ummiati.

Lebih lanjut, Ummiati menambahkan bahwa semangat 1 Muharram harus menjadi motor penggerak bagi seluruh keluarga besar MIN 3 Asahan untuk saling mempererat tali persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah, demi menciptakan lingkungan madrasah yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Puncak acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Wahyudi mengenai sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti oleh anak-anak. Didalam ceramahnya, Wahyudi menjelaskan esensi mendasar dari hijrah bagi kehidupan seorang pelajar di era modern ini. Beliau menekankan bahwa hijrah bukan hanya soal berpindah tempat, melainkan transformasi hati dan perilaku menuju arah yang lebih positif.

"Anak-anakku sekalian, hijrah itu artinya kalian harus berani meninggalkan kebiasaan buruk. Kalau dulu masih malas-malasan belajar, sekarang harus lebih rajin. Kalau dulu sering membantah orang tua atau guru, mulai hari ini harus berubah menjadi anak yang lebih santun dan patuh," tutur Ustadz Wahyudi dengan nada yang hangat.

Materi yang disampaikan Wahyudi mampu memancing perhatian para siswa. Banyak di antara mereka yang tampak serius menyimak penjelasan tersebut, bahkan sesekali mengangguk saat sang ustadz memberikan contoh-contoh praktis tentang perilaku terpuji di madrasah. Interaksi yang terbangun antara penceramah dan para siswa membuat suasana menjadi sangat hidup. Tidak ada kesan kaku, yang ada justru kedekatan emosional yang membuat pesan-pesan moral tentang kesabaran dan kerja keras mudah diserap oleh mereka.

Memasuki sesi akhir acara, suasana berubah menjadi lebih khusyuk. Seluruh peserta dipandu untuk bersama-sama melangitkan doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu di tahun 1448 H ini. Doa tersebut tidak hanya ditujukan untuk kesuksesan pribadi para siswa, tetapi juga untuk kebaikan bagi seluruh guru, staf, serta kedamaian bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post