Loading...

  • Senin, 24 Agustus 2026

Penyuluh Katolik: Sujud di Hadapan Yesus

Penyuluhan kepada kelompok binaan

Asahan (Penyuluh Katolik). Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. melakukan penyuluhan kepada kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang di salah satu ruangan pada Kamis, 23 Januari 2025.

 

Tema penyuluhan yaitu Sujud di Hadapan Yesus. Penyuluhan hari ini bersumber dari Bacaan Harian yaitu dari Mat 13:1-9. Berdasarkan bacaan Injil hari ini, Irawan menyampaikan beberapa hal. Penyuluh yang akrab disapa Wawan menjelaskan, “Sesudah letih melakukan banyak pelayanan lewat pengajaran dan penyembuhan, Yesus bersama para muridNya memerlukan waktu istirahat. Karena itu, Yesus mencoba menyingkir dari daerah Kapernaum. Akan tetapi, popularitas dan kasih Yesus menarik banyak orang, sehingga banyak orang datang kepadaNya. Setiap orang berusaha mendekat kepadaNya hingga menjamahNya dengan kerinduan akan sembuh. Bukan hanya orang yang datang penuh hormat, roh-roh jahat pun takluk dan tersungkur seraya mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah.”

 

“Sungguh, Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dinubuatkan oleh para nabi. Segala kualitas Mesias ada padaNya. Dia adalah Anak Allah yang terurapi, yang berbicara atas nama Allah, memberi pengajaran yang mencerahkan dan memberikan penghiburan yang sejati. Ia juga memiliki karunia untuk mengadakan aneka mukzizat, mulai dari penyembuhan orang sakit dan pengusiran terhadap roh-roh jahat. Seperti dikatakan penulis Surat Kepada Orang Ibrani (bacaan pertama), Ia sungguh Anak Allah, yang sudah ada bersama Allah sebelum turun ke dunia. Ia adalah pengantara antara Allah dengan kita manusia yang ada di dunia. Ia benar-benar saleh, tanpa noda dan salah. Dan karena itu, Dia menjadi pengantara kita untuk masuk ke tahta Allah Yang Mahatinggi. Oleh karena itu, sikap yang seharusnya ada pada kita adalah bersujud di hadapanNya”, terang Irawan.


Lanjut Wawan, “Penginjil Markus melukiskan bahwa roh-roh jahat saja tersungkur di hadapan Yesus sambil berkata, “Engkaulah Anak Allah!”. Peristiwa dan lukisan ini mengungkapkan bahwa roh-roh jahat itu sembah sujud di hadapan Yesus. Apalagi kita manusia yang punya otak, akal, pikiran, nurani dan kesadaran! Kiranya kita jauh lebih mulia dari roh-roh jahat itu. Kita mesti sampai ke kesadaran bahwa kita mesti bersujud di hadapan Yesus atas segala karya Allah lewatNya di dalam hidup kita, seperti penyelenggaraan hidup, kesehatan, rezeki dan aneka karya penyembuhan. Sikap sujud bisa kita ungkapkan lewat kesediaan untuk mendengarkan dan merenungkan SabdaNya dan merayakan sakramen-sakramenNya di dalam hidup kita. Sikap sujud dan hormat itu pastilah akan menghantar kita kepada pengalaman akan diselamatkan dan disembuhkan, sehingga kita semakin menerima rahmat-rahmat yang lebih melimpah, hingga akhirnya mengenyam nikmat hidup surgawi.”


Pada akhir penyuluhan, Wawan menekankan, “Sikap sujud itu kiranya semakin mendorong kita untuk hidup semakin sesuai dengan Yesus, yakni akrab dengan Allah Bapa dan dekat dengan sesama manusia. Rasa hormat Yesus terhadap Allah Bapa diwujudkan dalam penghargaan akan manusia, dan kecintaan untuk menolong manusia, terlebih mereka yang sakit, miskin, lapar dan berkesusahan. Sehingga, sekalipun letih dan lapar, Yesus tetap menolong orang yang mebutuhkan bantuanNya. Tuhan memberkati.” (AW)  

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post