Loading...

  • Minggu, 24 Mei 2026

Penyuluh Katolik: Orang Muda Mewujudkan Persekutuan yang Solid

Pendalaman APP

Asahan (Humas BimKat). Istilah soliditas dalam persekutuan Gerejawi merujuk pada kekuatan persatuan umat untuk mencapai tujuan bersama. Persekutuan merupakan buah perutusan dan pewartaan para Rasul yang pergi ke seluruh dunia dan membaptis orang yang percaya dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus (Mat 28:19-20).

 

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. memandu ibadat pendalaman aksi puasa pembangunan (APP) yang ketiga untuk Remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat Desa Padang Mahondang pada Kamis, 20 Maret 2025. Tema pendalaman APP yang ketiga adalah orang muda mewujudkan persekutuan yang solid. Pendalaman APP membahas perikop Kitab Suci dari Efesus 4:1-6 dan Yohanes 17:20-26. 

 

Wawan menjelaskan, “Orang muda harus menjadi kelompok beriman yang mampu menyadari bahwa pentingnya pemahaman tentang persekutuan dalam iman Katolik sehingga mereka mampu mempertahankan iman mereka di dalam maupun di luar Gereja. Persekutuan yang solid memerlukan fondasi nilai-nilai kebersamaan seperti kasih, toleransi, empati, dan saling menghargai. Orang muda bisa menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai ini melalui sikap saling peduli dan bekerja sama. Dalam persekutuan yang solid, komunikasi yang baik dan keterbukaan sangat penting. Orang muda diharapkan mampu menciptakan ruang dialog yang terbuka, di mana setiap individu merasa didengar dan dihargai.”

 

Persekutuan yang solid adalah fondasi penting bagi kehidupan menggereja dan masyarakat yang harmonis, di mana orang muda memiliki peran strategis. Dengan semangat energi yang tinggi, mereka dapat menciptakan ruang kolaboratif yang memperkuat hubungan antar individu. Orang muda diharapkan dapat menjembatani perbedaan melalui dialog konstruktif dan mengorganisir kegiatan yang mengedepankan kebersamaan. Pemanfataan teknologi juga penting untuk membagun jaringan komunitas yang lebih luas.


Dalam akhir pendalaman, Wawan menegaskan, “Melalui partisipasi aktif dalam liturgi, pelayanan sosial, dan karya pastoral, orang muda dapat menjadi motor penggerak persekutuan yang solid. Dengan kepemimpinan inklusif, mereka bisa menciptakan dampak positif di Gereja dan masyarakat, serta menghadapi konflik dengan kasih dan pengertian. Komitmen mereka untuk menjaga solidaritas, dialog, dan kerja sama menjadi kunci dalam mewartakan Kabar Gembira dan membangun masa depan Gereja yang lebih baik.” (AW)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post