Asahan (Humas BimKat). Devosi
kepada Bunda Maria diharapkan bisa membawa umat untuk meneladani hidup Maria.
Keteladanan itu yakni bagaimana menjadi murid Kristus yang sejati dan taat
kepada Yesus. Devosi kepada Bunda Maria menjadi salah satu devosi yang banyak
diminati umat. Melalui hidup devosional ini, umat mengungkapkan rasa cinta dan penghormatan
kepada Bunda Maria. Pengenalan ini berujung pada tahap mengagumi Bunda Maria. Bunda Maria menjadi model beriman umat Katolik zaman ini.
Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. bersama
Remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat Desa Sungai Lama pada Senin, 19
Mei 2025 memberi penyuluhan dengan menekankan supaya meneladani Bunda Maria.
Bunda Maria memiliki peran penting dalam sejarah keselamatan. Perannya dimulai
sejak menerima kabar dari malaikat Gabriel hingga menemani Yesus Kristus sampai
wafat. Ia secara sungguh istimewa bekerja sama dengan karya juru selamat,
dengan ketaatannya, iman, pengharapan serta cinta kasihnya yang berkobar.
Wawan menjelaskan, “Ketaatan
total Bunda Maria pada kehendak Allah untuk terlibat dalam karya keselamatan
Allah mendorong Gereja memberikan tempat istimewa kepadanya, dan gereja
menghormati Bunda Maria secara khusus, dengan melakukan berbagai devosi, (sikap
bakti atau kebaktian khusus) kepada Bunda Maria. Misalnya, bulan Mei
dikhususkan untuk bulan Maria, bulan Oktober sebagai bulan rosario, doa Salam
Maria, doa Rosario, Novena, Ziarah ke Gua Maria dan sebagainya.”
Dalam akhir penyuluhan,
Wawan menegaskan, “Ketaatan iman yang sempurna yang ditunjukkan Bunda Maria
harus menjadi teladan dan pedoman dalam kehidupan beriman kita sehari-hari.
Kita harus meyakini bahwa peristiwa sehari-hari yang kita alami merupakan
bagian dari rencana Allah yang berkehendak menyelamatkan semua orang disertai
dengan sikap berserah diri kepada kehendak Allah. Budan Maria adalah model,
teladan, contoh kita dalam menjalani hidup. Tuhan memberkati.” (AW)