Penyuluhan kepada remaja Katolik di Desa Padang Mahondang
Asahan (Humas BimKat). Ungkapan 100% Katolik, 100% Indonesia berasal dari Mgr. Albertus Soegijapranoto yang merupakan Uskup Keuskupan Agung Semarang pribumi pertama. Ia memiliki peran penting saat kemerdekaan Indonesia. Ia berbicara dengan pihak negara Vatikan yang merupakan negara dengan pemimpinnya Paus juga pemimpin tertinggi Gereja Katolik supaya Vatikan mengakui kemerdekaan Indonesia. Berkat peran Mgr. Soegija, Vatikan merupakan negara pertama dari Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melakukan penyuluhan kepada kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat, Desa Padang Mahondang pada Kamis, 21 Agustus 2025. Wawan melakukan penyuluhan dengan tema 100% Katolik, 100% Indonesia. Wawan ingin remaja memahami esensi peran Gereja Katolik di awal kemerdekaan Indonesia.
HUT RI merupakan momen untuk kembali mengenang bagaimana bangsa Indonesia bisa mendapatkan kemerdekaan. Proses untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia melibatkan bannyak orang. Kemerdekaan Indonesia tidak terjadi karena satu golongan, ras, suku, dsb. melainkan dari seluruh penjuru nusantara. Pemimpin Gereja Katolik Uskup Agung Semarang, Mgr. Soegijapranoto memainkan peran penting ketika Indonesia merdeka bahkan dengan tegas Gereja Katolik Indonesia mendukung kemerdekaan Indonesia dengan ungkapan 100% Katolik, 100% Indonesia.
“Uskup Soegija memberi teladan yang luar biasa pada zaman awal kemerdekaan. Posisinya sebagai pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang yang pada saat itu pelayanannya luas dengan tegas Katolik mendukung kemerdekaan Indonesia. Kita Katolik dan kita Indonesia. Dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Tidak ada dikotomi. Maka, kalian semua, kita harus menjadi warga yang betul-betul peduli terhadap bangsa ini. Biarlah bangsa lain mengurus dirinya sendiri. Peduli boleh tapi tidak berlebihan. Bangsa ini masih membutuhkan kita. Di hari ulang tahun kemerdekaan ini, kita doakan saudara-saudara kita di daerah lain yang masih mengalami pertikaian, kelaparan, kemiskinan, tidak diperdulikan, terkena bencana alam seperti di Flores. Kita buktikan bahwa kita adalah bangsa Indonesia,” jelas Wawan.
Wawan berharap agar sikap cinta terhadap tanah air kepada para remaja kokoh dan kuat. "Indonesia di hatimu, Katolik juga di hatimu. Tanamkan itu. Dahulukan kepentingan Indonesia daripada kepentingan yang lain," tutup Wawan dalam penyuluhannya. (AW)