Asahan (Humas BimKat). Jumat,
21 Februari 2025, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan,
Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. bersama dengan tim melakukan pendampingan untuk
Katekis Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus Kisaran di Aula Paroki.
Katekis merupakan orang yang
bertugas untuk mengajarkan iman Katolik. Paroki Sakramen Mahakudus memiliki
katekis voluntir yang membantu untuk mengajar iman Katolik di setiap Gereja
stasi. Mereka berperan untuk umat Katolik dalam mempersiapkan penerimaan Sakramen
Inisiasi dan menambah pemahaman iman umat.
“Kami selaku pendamping
mereka, berusaha untuk memberikan hal-hal seputar iman Katolik. Mereka bekerja
secara sukarela, tidak digaji. Mereka memiliki latar belakang yang
berbeda-beda. Mereka mau menjadi katekis karena pemberian diri untuk pelayanan.
Jadi, kami ingin pengetahuan iman Katolik mereka bisa berkembang sesuai ajaran
Gereja,” ungkap penyuluh yang sering disapa Wawan.
Pertemuan terbagi dalam dua
sesi. Untuk sesi pertama, pertemuan membahas program Gereja Paroki Sakramen
Mahakudus Kisaran yang dipandu oleh Japar Siregar, S.IP. selaku Sekretaris
Dewan Pastoral Paroki Kisaran. Sesi kedua membahas tentang identitas dan spiritualitas
katekis yang disampaikan Anaclito da Silva, S,Ag. selaku koordinator Seksi
Katekese/Katekis dan dilanjut oleh Alb Irawan Dwiatmaja, M.Fil. yang juga tim
katekis Paroki Kisaran dan Penyuluh Agama Katolik.
Wawan memandu evaluasi
kegiatan selama tahun 2024. Wawan ingin supaya kegiatan hal-hal apa saja yang
perlu dievaluasi supaya kegiatan katekese tahun 2025 dapat berjalan dengan
lancar. Setiap katekis voluntir Gereja stasi menyampaikan hal-hal perlu mendapat
penjelasan dan penekanan.
“Bapak dan ibu sekalian,
evaluasi ini penting untuk kita supaya kita dapat membenahi hal-hal yang
kurang. Saya yakin kita tidak sempurna tetapi kita perlu mereview lagi kegiatan
kita. Harapannya, semoga kegiatan tahun 2025 dapat lebih bergairah dan penuh
semangat lagi,” pungkas Wawan.
Di akhir pertemuan, Wawan
memberi semangat kepada katekis, “Bapak dan ibu, Gereja kita membutuhkan Anda
semua untuk membantu umat Katolik memahami iman Katolik lebih baik lagi. Ini
juga sejalan dengan fokus pastoral kita yaitu Umat yang Bermisi. Semoga Tuhan
memberkati karya kerasulan kita selama tahun 2025 ini.” (AW)