Gali Potensi Non-Akademik, MIN 3 Asahan Jadikan Seni Tari Wadah Ekspresi Siswa
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Asahan menunjukkan bakat seni tari tradisional dan kreasi melalui kegiatan ekstrak...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Asahan menunjukkan bakat seni tari tradisional dan kreasi melalui kegiatan ekstrakurikuler yang rutin digelar setiap Sabtu siang. Kegiatan yang berlangsung usai jam pelajaran ini bertempat di halaman kediaman salah satu guru, Emi Satri, yang disulap menjadi panggung latihan bagi para peserta didik. (08/05)
Langkah ini diambil oleh pihak madrasah sebagai bentuk komitmen dalam menggali potensi non-akademik siswa. Dibawah bimbingan dua pelatih, Emi Satri dan Eliyah Siahaan, para siswa diajarkan teknik dasar gerak hingga cara menghayati karakter dalam setiap tarian yang mereka bawakan.
Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara pendidikan agama, akademik, dan seni bagi perkembangan mental anak. Ummiati juga menilai bahwa melalui seni tari, karakter siswa dapat terbentuk dengan lebih kuat dan dinamis.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki wadah untuk mengekspresikan diri secara positif. Keseimbangan antara ilmu agama dan pelestarian budaya sangat penting agar anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas namun tetap mencintai akar budayanya sendiri,” ujar Ummiati Nasution dengan penuh optimisme.
Selain itu, Ummiati juga menyatakan bahwa pihak madrasah akan terus memberikan yang terbaik guna mendukung segala kebutuhan ekstrakurikuler yang mampu membangun karakter positif siswa. Ia berharap semangat kompetitif yang sehat dapat tumbuh di lingkungan madrasah melalui kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini.
Antusiasme siswa pun terlihat sangat tinggi dalam setiap sesi latihan. Menurut pelatih Emi Satri, menari bukan hanya soal menggerakkan badan secara ritmis, melainkan sebuah sarana efektif untuk melatih kedisiplinan dan konsentrasi anak sejak usia dini. Selain itu, Emi juga menekankan bahwa pendekatan personal tidak kalah penting karena setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda. Baginya, tujuan utama dari latihan ini adalah agar siswa tidak hanya menari dengan kekuatan fisik, tetapi juga menggunakan hati agar pesan dalam tarian tersampaikan kepada penonton.
“Menari bukan sekadar menggerakkan tubuh mengikuti irama, tetapi juga melatih disiplin dan konsentrasi anak sejak dini, siswa tidak hanya menampilkan gerakan dengan tenaga, tetapi juga menari dengan penghayatan sehingga pesan tarian dapat dirasakan penonton” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Emi Satri menambahkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tari diikuti secara terbuka oleh siswa dari berbagai jenjang kelas, baik kelas rendah maupun kelas tinggi, yang berlatih bersama dalam satu harmoni gerakan. Ia berharap kerja sama yang baik antara pelatih dan siswa dapat menghasilkan penampilan terbaik pada acara perpisahan madrasah maupun kegiatan besar lainnya.
Selanjutnya, Emi juga menyebut dukungan orang tua menjadi semangat tambahan bagi keberlangsungan kegiatan tersebut, karena banyak wali murid yang setia menunggu hingga latihan selesai sebagai bentuk kebanggaan melihat anak-anak mereka semakin terampil dan percaya diri dalam menampilkan gerak tari tradisional. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) — Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Asahan menunjukkan bakat seni tari tradisional dan kreasi melalui kegiatan ekstrak...
Pulau Rakyat (Humas) - Sebanyak 28 siswa kelas III A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti pembelajaran materi Ragam Bentang A...
Pulau Rakyat (Humas) – Siswa kelas 1A Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan mengikuti kegiatan pembelajaran tematik tentang konsep letak...