Edukasi Tanggap Darurat Sejak Dini: Damkar Asahan Gelar Simulasi Penanggulangan Kebakaran di MIN 1 Asahan
MIN 1 Asahan
Loading...
Simpang Empat (Humas) – Pada upacara bendera Senin (08/09/2025), Kepala MIN 1 Asahan menyampaikan pesan penting tentang ekoteologi kepada seluruh siswa siswi. Dalam amanatnya, beliau menjelaskan bahwa ekoteologi berarti belajar mencintai dan menjaga alam karena alam adalah ciptaan Allah yang harus kita rawat bersama.
Dengan bahasa sederhana, beliau mengibaratkan bahwa pohon, air, tanah, dan hewan adalah sahabat manusia. Jika kita menjaga mereka, maka mereka juga akan memberikan manfaat yang baik untuk kita. Sebaliknya, jika alam dirusak, maka manusia juga akan merasakan akibatnya.
Pesan ini juga dikaitkan dengan program Adiwiyata yang dijalankan di MIN 1 Asahan. Kepala madrasah mengajak siswa untuk membiasakan hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa botol minum sendiri, menanam pohon, serta merawat kebersihan kelas dan lingkungan sekolah.
“Menjaga alam adalah bagian dari ibadah kita. Kalau lingkungan bersih, sehat, dan hijau, kita semua bisa belajar dengan nyaman dan tenang,” ucap beliau di hadapan siswa.
Para guru dan siswa menyambut baik pesan tersebut. Beberapa siswa bahkan tampak antusias ketika diminta untuk berkomitmen menjaga kebersihan sekolah sebagai wujud nyata pelaksanaan Adiwiyata.
Seusai upacara, Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd, saat dijumpai menyampaikan bahwa madrasah berkomitmen untuk terus mengembangkan penerapan ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. “Kita tidak hanya ingin menyampaikan konsepnya saja, tetapi juga benar-benar membiasakan anak-anak untuk mencintai lingkungan. Mulai dari menanam dan merawat tanaman, mengurangi sampah plastik, hingga menjadikan kelas dan halaman sekolah sebagai ruang belajar yang hijau,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa program ini akan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler, sehingga siswa tidak hanya paham secara teori tetapi juga terbiasa mempraktikkannya. “Kami berharap MIN 1 Asahan bisa menjadi madrasah yang ramah lingkungan, sehat, dan memberi teladan bagi sekolah lain,” pungkasnya.
Sementara itu, beberapa siswa yang ditemui setelah upacara menyampaikan pemahaman mereka tentang ekoteologi.
Rizky, siswa kelas VI, mengatakan, “Saya jadi tahu kalau menjaga pohon dan membuang sampah itu juga ibadah. Kalau sekolah hijau, belajar pun lebih enak.”
Aisyah, siswi kelas V, menambahkan, “Ekoteologi itu berarti kita harus sayang sama bumi karena bumi ciptaan Allah. Kalau kita jaga bumi, Allah juga senang dengan kita.”
Fahri, siswa kelas IV, berpendapat, “Saya ingin membantu program Adiwiyata dengan menanam bunga di kelas. Jadi sekolah kita indah dan sehat.”
Dengan penyampaian yang sederhana namun penuh makna, siswa siswi MIN 1 Asahan diharapkan semakin sadar bahwa menjaga alam bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Allah.
MIN 1 Asahan
MIN 1 Asahan
MIN 1 Asahan