Asahan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., secara resmi membuka sekaligus memberikan bimbingan dan arahan pada acara Pelatihan Bilal Mayit KUA Kecamatan Rahuning. Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan di Desa Rahuning dan diikuti oleh sebanyak 25 orang peserta yang terdiri dari para pengurus bilal jenazah setempat. Selain Kakankemenag, acara ini juga turut dihadiri oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa), Sekretaris Desa Rahuning, Kakua Rahuning, serta Kakua Meranti yang hadir bertindak sebagai narasumber utama, Selasa (13/10/26).
Dalam bimbingannya, Kakankemenag menegaskan bahwa Kementerian Agama senantiasa berkomitmen menjalankan berbagai program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu fokus utama penguatan di bidang keagamaan tersebut direalisasikan melalui penyelenggaraan pelatihan bilal jenazah bagi para petugas di tingkat kecamatan. Melalui program ini, Kementerian Agama berharap nilai-nilai kepedulian sosial dan pelayanan ibadah fardhu kifayah di tengah masyarakat dapat terus terjaga dengan baik.
Beliau juga menyampaikan bahwa kehadiran pelatihan ini sama sekali bukan bertujuan untuk mengajari para peserta yang selama ini sudah aktif bertugas. Sebaliknya, kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal ilmu tambahan serta pemahaman yang lebih komprehensif bagi bapak dan ibu peserta. Dengan pembekalan tersebut, pelaksanaan ibadah fardhu kifayah yang biasa dilakukan sehari-hari diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik, tertib, dan sempurna sesuai tuntunan syariat.
Lebih lanjut, Kakankemenag menekankan pentingnya melakukan pembaruan (updating) keilmuan secara berkala di era yang terus berkembang ini. Meskipun para peserta sudah memiliki pengalaman praktis di lapangan, penyegaran wawasan keagamaan tetap diperlukan agar tidak ada keraguan dalam menjalankan tata cara pemulasaraan jenazah. Oleh karena itu, momentum pelatihan ini hendaknya dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh peserta untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman mereka.
Di samping itu, Abdul Manan menyampaikan harapan besarnya terkait peningkatan peran para bilal jenazah di lingkungan masing-masing. Beliau mendorong para peserta yang hari ini bertindak sebagai bilal mayit agar kelak dapat bertransformasi menjadi pembimbing pelaksanaan fardhu kifayah. Dengan menjadi pembimbing dan bukan sekadar pelaku teknis, para bilal dapat meregenerasi ilmu tersebut kepada generasi muda di desa mereka.
Kehadiran para tokoh dan pejabat terkait dalam pembukaan acara ini turut memberikan motivasi dan dukungan moral yang kuat bagi para peserta pelatihan. Sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah desa, dan para praktisi keagamaan dinilai sangat vital dalam menjaga tradisi keislaman yang benar. Pemateri dari KUA Kecamatan Meranti pun siap menyampaikan materi teknis yang mendalam guna memperkaya wawasan 25 peserta yang hadir.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini diakhiri dengan doa bersama serta foto bersama seluruh undangan dan peserta. Para peserta menyambut baik arahan dari Kakankemenag Asahan dan berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai. Diharapkan setelah kegiatan ini usai, kualitas pelayanan pemulasaraan jenazah di Kecamatan Rahuning dapat semakin meningkat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (FR)