Bimas Katolik Kemenag Asahan Berikan Penyuluhan di Lapas Labuhan Ruku, Bahas Sakramen Tobat dan BKSN
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama denga...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Plt.
Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb
Irawan Dwiatmaja, S.Fil., M.Fil. bersama dengan Penyuluh Agama Katolik Turisnawati Marbun,
S.Ag. dan Nerisia Ginting, S.Ag., melaksanakan penyuluhan keagamaan bagi warga
binaan pemasyarakatan beragama Katolik di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku pada
Rabu (16/09/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema Sakramen Tobat dan Bulan
Kitab Suci Nasional (BKSN). Penyuluhan merupakan bagian dari upaya Bimas
Katolik dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kehidupan keagamaan kepada
umat Katolik, termasuk umat yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga
pemasyarakatan.
Dalam penyuluhan tersebut,
Turisnawati Marbun menyampaikan materi mengenai makna Sakramen Tobat dalam
kehidupan iman Katolik. Ia menjelaskan bahwa Sakramen Tobat merupakan sarana
bagi umat untuk mengalami kasih dan kerahiman Allah melalui pengakuan dosa,
penyesalan, serta tekad untuk memperbaiki kehidupan. “Pertobatan bukan hanya
menyadari kesalahan, tetapi juga keberanian untuk berubah dan membangun
kehidupan yang lebih baik melalui kasih Allah,” ungkapnya.
Selain Sakramen Tobat, Irawan
mengajak warga binaan untuk menjadikan momentum Bulan Kitab Suci Nasional
sebagai kesempatan memperdalam iman melalui Sabda Allah. Kitab Suci menjadi
sumber inspirasi dan pedoman bagi umat dalam menghadapi berbagai situasi
kehidupan, termasuk dalam menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Melalui pendalaman Kitab Suci, umat diharapkan semakin mampu menemukan
kekuatan, pengharapan, dan motivasi untuk melakukan pembaruan hidup.
Irawan juga menekankan bahwa proses pertobatan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling mengampuni, menghargai sesama, serta membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab. Menurutnya, masa menjalani pembinaan dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi atas perjalanan hidup sekaligus membangun kembali relasi dengan Tuhan dan sesama. “Sabda Allah hendaknya tidak hanya didengarkan, tetapi dihayati dan diwujudkan dalam sikap serta tindakan nyata,” tambahnya.
Bimas Katolik Kemenag Asahan berharap kegiatan penyuluhan tersebut dapat memberikan penguatan iman dan motivasi bagi warga binaan Katolik dalam menjalani proses pembinaan. Pelayanan keagamaan di Lapas juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memastikan umat memperoleh pendampingan dan pembinaan kehidupan beragama secara berkelanjutan. Melalui pembinaan Sakramen Tobat dan refleksi BKSN, warga binaan diharapkan semakin mampu memaknai pertobatan sebagai proses pembaruan diri serta membangun harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (AW)
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama denga...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, melakukan ko...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja bersama Penyu...