Loading...

  • Selasa, 21 Juli 2026

Transformasi Peran Penyuluh Agama Islam: Kakankemenag Asahan Tegaskan Pentingnya Manajemen Kegiatan dan Sinergi KUA

Fgbyhumaskemenagasahan

Kisaran (Humas) — Dalam upaya meningkatkan efektivitas pembinaan umat serta memperkuat tata kelola program keagamaan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., memberikan bimbingan dan arahan mendalam pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Asahan, Senin (20/07/2026). Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam Fungsional maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta Kepala KUA se-Kabupaten Asahan ini berlangsung penuh khidmat dan dinamis.
Dalam arahannya, Kakankemenag Asahan didampingi Kasi Bimas Islam Dr. H. Faisal Sadat, M.Hum., dan Ketua Pokjaluh menekankan pentingnya kedisiplinan dan keteraturan tata kelola administrasi dakwah. Seluruh penyuluh diwajibkan untuk menyusun serta menjadwalkan setiap kegiatan penyuluhan secara terencana dan terstruktur. Penjadwalan yang matang dinilai menjadi kunci utama agar materi pembinaan yang disampaikan dapat terukur, terarah, serta benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
Selain kedisiplinan jadwal, Abdul Manan juga menaruh perhatian besar pada sinergi di tingkat kecamatan. Beliau meminta secara khusus kepada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam memantau dan mendampingi berbagai kegiatan penyuluhan di lapangan. Kehadiran dan keterlibatan langsung Kepala KUA sangat krusial untuk memberikan dukungan moral sekaligus membuktikan kepada publik bahwa Penyuluh Agama Islam secara nyata hadir dan bekerja di tengah-tengah lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut, Kakankemenag Asahan menggarisbawahi orientasi baru bagi peran para penyuluh di era modern. Beliau mengimbau agar para penyuluh tidak sekadar menjadi pelaksana teknis atau penceramah tunggal dalam suatu acara, melainkan harus mampu mentransformasikan diri menjadi manajerial keagamaan. Seorang penyuluh diharapkan memiliki keterampilan mengorganisir, menggerakkan potensi lokal, dan merangkul berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan program-program keagamaan di wilayahnya.
Langkah penguatan peran manajerial dan penjadwalan terstruktur ini selaras dengan penguatan Program Prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam hal Transformasi Digital dan Revitalisasi KUA. Dengan tata kelola penyuluhan yang teratur dan berbasis manajerial yang kuat, KUA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan administratif pernikahan, tetapi benar-benar menjadi pusat layanan keagamaan yang moderat, edukatif, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum evaluasi berkala terhadap berbagai dinamika dan tantangan dakwah di Kabupaten Asahan. Melalui dialog interaktif yang terbangun selama acara, para penyuluh diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi serta kendala lapangan, yang kemudian direspons langsung dengan solusi konkrit dan panduan strategis oleh jajaran pimpinan Kemenag Asahan.
Di akhir kegiatan, Abdul Manan berharap arahan yang disampaikan dapat langsung diimplementasikan dalam tugas harian para penyuluh dan Kepala KUA. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pelayanan yang tinggi, diharapkan kehadiran Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Asahan dapat memberikan dampak positif yang semakin nyata dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini dilaksanakan aula kafe Df Cofee House Kecamatan Teluk Dalam.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post