Loading...

  • Jumat, 25 September 2026

Tingkatkan Layanan Literasi, MTsN 1 Asahan Uji Coba Kunjungan Perpustakaan Berbasis Barcode

MTsN 1 Asahan melakukan uji coba sistem kunjungan perpustakaan berbasis barcode sebagai bagian dari transformasi digital layanan perpustakaan dan upaya meningkatkan budaya literasi.

Kisaran (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan madrasah, MTs Negeri 1 Asahan mulai melakukan uji coba sistem kunjungan perpustakaan berbasis barcode bagi murid.

Inovasi tersebut menjadi salah satu langkah MTsN 1 Asahan dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih efektif, tertib, dan terdokumentasi. Melalui sistem ini, proses pencatatan kunjungan murid yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai diarahkan ke sistem digital.

Dalam pelaksanaannya, setiap murid yang mengikuti uji coba memiliki kode barcode/QR Code yang terhubung dengan data identitas masing-masing. Ketika murid berkunjung ke perpustakaan, barcode tersebut dipindai oleh petugas perpustakaan sehingga data kunjungan dapat tercatat secara otomatis, meliputi nama murid, kelas, tanggal, dan waktu kunjungan.

Sistem kunjungan tersebut memanfaatkan Aplikasi Scan Barcode/QR Code sebagai media pencatatan dan pengelolaan data. Dengan sistem ini, petugas perpustakaan dapat melakukan pemantauan dan rekapitulasi data kunjungan secara lebih mudah.

Kepala MTsN 1 Asahan, Abdul Kadir Sinaga, M.Pd., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta murid.

“Ini masih dalam tahap uji coba. Tentunya akan terus kita evaluasi dan sempurnakan agar sistem ini benar-benar dapat memberikan kemudahan bagi murid maupun petugas perpustakaan,” ujarnya.

Menurutnya, pencatatan kunjungan secara digital juga dapat memberikan data yang lebih terstruktur mengenai aktivitas murid di perpustakaan. Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat tingkat kunjungan murid berdasarkan hari, bulan, kelas, maupun masing-masing murid.

Selain mempermudah administrasi, penerapan barcode diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan murid untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam dan membaca buku, tetapi juga menjadi ruang bagi murid untuk mencari informasi, belajar, dan mengembangkan wawasan.

Dengan adanya sistem kunjungan berbasis barcode, MTsN 1 Asahan berharap pengelolaan perpustakaan menjadi semakin tertib dan modern serta mampu mendukung peningkatan budaya literasi di kalangan murid. Tutup (Az)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post