ASAHAN (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., menerima audiensi dan silaturahmi dari Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA) Kabupaten Asahan yang dipimpin langsung oleh Ketua PD IPA, Nur'ainun Akmal. Pertemuan hangat yang berlangsung di ruang kerja Kakankemenag Asahan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergitas program kerja pembinaan pemuda dan pelajar di Wilayah Kabupaten Asahan, Jumat (07/08/26).
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Manan memberikan sambutan hangat serta menyampaikan sejumlah bimbingan dan arahan strategis bagi kepengurusan PD IPA Asahan didampingi Kasi Bimas Islam, PD Pontren. Ia menekankan empat pilar utama yang harus menjadi fokus gerak organisasi, yakni peningkatan kualitas kaderisasi, penguatan syiar dakwah, kemandirian ekonomi, serta kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, IPA Asahan harus mampu tampil memberikan dharmabakti nyata bagi umat dan daerah.
Abdul Manan memberikan motivasi mendalam dengan menegaskan bahwa para pelajar Al-Washliyah memiliki potensi besar untuk menjadi figur dan tokoh bangsa di masa depan. Ia mengingatkan kembali akar sejarah lahirnya organisasi Al-Washliyah yang tidak berangkat dari struktur pemerintahan, melainkan tumbuh dari kepedulian para pelajar yang merasa risau melihat dinamika serta keadaaan sosial masyarakat pada zamannya. Semangat historis inilah yang menurutnya harus terus dihidupkan oleh kader IPA masa kini.
Lebih lanjut, Kakankemenag menyampaikan bahwa keberadaan Ikatan Pelajar Al Washliyah sangat dibutuhkan oleh Kementerian Agama. Saat ini, Kementerian Agama menaruh perhatian mendalam terhadap efektivitas kegiatan majelis taklim di masyarakat. Menurut pengamatannya, sebagian besar majelis taklim masih terjebak pada rutinitas seremoni mingguan tanpa dibarengi dengan terobosan yang dapat memberikan tambahan nilai keilmuan yang berdampak substantif bagi jamaahnya.
Selain isu majelis taklim, kerisauan utama Kementerian Agama bersama para Penyuluh Agama saat ini adalah mulai renggangnya hubungan antara pelajar, pemuda, dan tempat ibadah. Fenomena hilangnya keterikatan remaja terhadap masjid sebagai pusat pembinaan hidup dan spiritualitas menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan serta kolaborasi lintas pihak.
Menjawab tantangan tersebut, Kakankemenag Asahan mengajak pengurus PD IPA Asahan untuk peka merespons realitas sosial di sekitarnya. "Sekarang untuk IPA, apa yang dirisaukan dari anak-anak pelajar dan remaja-remaja di sekitar kita saat ini? Jadikanlah kerisauan itu sebagai dasar penyusunan program kerja IPA untuk mencetak generasi yang cerdas, khususnya di lingkungan Al-Washliyah," tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Kementerian Agama Kabupaten Asahan siap memberikan pengawalan penuh terhadap gerakan kepemudaan yang produktif. Kakankemenag menegaskan bahwa jajarannya tidak hanya memberikan dukungan secara moril, melainkan siap mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga guna mensukseskan kegiatan-kegiatan positif demi kemajuan IPA dan pembinaan karakter remaja di Kabupaten Asahan.(FR)