Enam Siswa MIN 10 Asahan Siap Jadi Perwakilan OBA Kabupaten Asahan 2026, Kamad Berikan Apresiasi
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Loading...
Kisaran (Humas) Pelaksanaan pembelajaran yang menarik dan berbeda tampak di kelas 5C MIN 10 Asahan pada pekan ini. Para siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dalam kegiatan ko-kurikuler yang berlangsung secara aktif, kreatif, dan menyenangkan. Kegiatan ini dipandu langsung oleh wali kelas, Nina Herlina, S.Pd, dengan dukungan penuh dari Kepala Madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M. Sabtu (11/04/2026)
Pembelajaran dengan model PjBL ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, khususnya dalam menulis dan menyusun teks secara runtut dan menarik. Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan diberikan proyek untuk membuat karya tulis berupa cerita pendek dan laporan sederhana berdasarkan pengalaman mereka di lingkungan sekitar.
Menurut Nina Herlina, penggunaan model PjBL mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar. “Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Mereka belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan menuangkan ide dalam bentuk tulisan,” ujarnya.
Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias berdiskusi, mencari ide, hingga menyusun hasil karya mereka. Bahkan, beberapa kelompok menampilkan hasil proyeknya di depan kelas dengan percaya diri. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan komunikasi siswa.
Sementara itu, Kepala Madrasah Sartiji, S.Pd.I., M.M., memberikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang dilakukan. Ia menyampaikan bahwa penerapan model PjBL sangat sejalan dengan kurikulum yang menekankan pada pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena dapat membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad 21,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan pembelajaran inovatif seperti ini dapat terus dikembangkan di berbagai mata pelajaran lainnya. Dengan demikian, siswa akan semakin terbiasa belajar secara aktif dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, kelas 5C MIN 10 Asahan telah menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak harus membosankan. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat belajar dengan penuh semangat sekaligus menghasilkan karya yang membanggakan. Pembelajaran berbasis proyek pun menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan generasi yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era modern.(na)
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Kisaran (Humas) Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas 3A kini tampil lebih menarik dan interaktif melalui penerapan...
Kisaran (Humas) Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias tampak di kelas IVB MIN 10 Asahan saat pelajaran Bahasa Indonesia berla...