Loading...

  • Jumat, 27 Maret 2026

Silaturahmi Syawal Bersama Guru, Meneguhkan Hormat dan Menjemput Keberkahan Ilmu Majelis Taklim Nurul Iman

Bimbingan Penyuluhan Syawal 1447 H

Kisaran (Humas) Dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan, pengurus dan jamaah Majelis Taklim Nurul Iman Kelurahan Mutiara melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman pembimbing mereka, H. Raja Dedi Hermansyah, MM, MA, pada Rabu, 25 Maret 2026 tepat pukul 16.30 WIB di rumah beliau, Jalan Sumantri No. 52 Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta sarat nilai penghormatan kepada guru sebagai sumber ilmu dan pembimbing ruhani. Momentum Syawal dimaknai bukan hanya sebagai ajang saling memaafkan, tetapi juga mempererat hubungan murid dengan guru agar keberkahan ilmu senantiasa terjaga.

Dalam sambutannya, H. Raja Dedi Hermansyah, MM, MA menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya jamaah Majelis Taklim Nurul Iman yang tetap menjaga tradisi adab kepada guru melalui silaturahmi yang penuh ketulusan.

Beliau menegaskan bahwa kemuliaan ilmu sangat erat kaitannya dengan penghormatan kepada guru. Menurutnya, ilmu yang dipelajari akan lebih mudah membawa manfaat apabila disertai adab, kerendahan hati, serta menjaga hubungan baik dengan para pembimbing.

"Syawal bukan hanya tentang saling memaafkan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah, menjaga adab, dan memuliakan guru. Dari adab inilah keberkahan ilmu tumbuh, hati menjadi lembut, dan kehidupan mendapat cahaya kebermanfaatan," ungkap beliau.

Sementara itu,  Ketua Majelis Taklim Nurul Iman Kelurahan Mutiara, Hj. Nana dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada pembimbing yang selama ini istiqamah memberikan bimbingan keagamaan kepada jamaah.

Ia menuturkan bahwa silaturahmi Syawal menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan majelis, mempererat persaudaraan, sekaligus menanamkan nilai bahwa keberhasilan majelis taklim tidak terlepas dari doa dan arahan guru.

"Kami datang membawa niat silaturahmi, memohon maaf lahir dan batin, serta berharap keberkahan ilmu terus menyertai langkah majelis ini. Kehadiran guru adalah cahaya yang membimbing kami dalam memahami agama dengan lebih baik," ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah, doa bersama, dan kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan yang mencerminkan nilai-nilai Islam tentang hormat kepada guru, persaudaraan, dan keberkahan ilmu.

Silaturahmi tersebut menjadi pengingat bahwa memuliakan guru bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari akhlak mulia yang menjaga keberlanjutan ilmu dan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. (RH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post