Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Madrasah Direnovasi, Dedikasi Tanpa Batas: Guru MIN 3 Asahan Sulap Rumah Jadi Kantor dan Ruang Ujian

Para guru terlihat aktif mengerjakan administrasi pembelajaran walaupun dilokasi yang terbatas

Pulau Rakyat (Humas) – Segenap tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bangunan bukanlah penghalang untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswa. Meski gedung utama madrasah saat ini sedang dalam tahap renovasi besar-besaran, semangat para guru tidak surut. Pada Senin (11/05), aktivitas akademik dan administrasi tetap berjalan produktif di lokasi sementara yang tak lazim, yakni rumah tinggal milik tenaga pendidik setempat.

Kediaman Umi Rahmayani, salah satu guru di madrasah tersebut, mendadak berubah fungsi menjadi pusat administrasi. Di sana, para guru kelas hingga guru mata pelajaran berkumpul dengan penuh antusias untuk merampungkan perangkat mengajar agar tetap tertib administrasi sesuai standar nasional.

Tak jauh dari situ, tepatnya di kediaman Umi Satri, suasana hening dan serius menyelimuti ruangan. Di lokasi inilah para siswa kelas VI tengah berjuang menempuh Ujian Madrasah berbasis Computer Based Test (CBT). 

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral agar hak belajar siswa tidak terhenti meski sarana sekolah sedang tidak bisa digunakan. Beliau menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan hanya karena kendala infrastruktur.

Dalam pernyataannya, Ummiati Nasution menjelaskan bahwa tujuan utama dari pemindahan aktivitas ini adalah untuk menjaga ritme kerja guru dan memastikan target kurikulum tetap tercapai tepat waktu. Menurutnya, administrasi yang rapi adalah cermin dari profesionalisme guru yang harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.

"Kami sangat bangga dengan kekompakan dan dedikasi luar biasa para guru. Walaupun gedung kita dalam proses renovasi, tanggung jawab terhadap administrasi dan pelaksanaan ujian CBT tetap menjadi fokus utama kami," ujar Ummiati Nasution saat meninjau lokasi kerja sementara tersebut.

Ummiati juga menambahkan bahwa suasana kekeluargaan yang erat menjadi kunci keberhasilan adaptasi ini. Penggunaan rumah guru sebagai ruang kerja dan ruang ujian merupakan bukti nyata betapa kuatnya rasa memiliki seluruh warga sekolah terhadap masa depan anak didik mereka.

"Rumah salah satu guru menjadi saksi betapa kuatnya rasa kekeluargaan kami demi memastikan anak didik tidak kehilangan hak belajarnya secara optimal. Kami ingin memastikan transisi ini tidak menghambat prestasi siswa sedikit pun," lanjut Ummiati dengan nada optimis.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Ummiati menyampaikan bahwa langkah kreatif dan adaptif ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa semangat pengabdian mampu mengalahkan segala rintangan fisik. Pihak madrasah pun berharap, setelah renovasi selesai nanti, semangat kerja yang telah teruji ini akan semakin berlipat ganda dengan dukungan fasilitas gedung yang lebih modern dan nyaman. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post