Kakan Kemenag Kabupaten Asahan sedang memberikan bimbingan dan arahan dihadapan para guru pendamping
Pulau Rakyat (Humas)
– Dua guru pendamping kontingen MIN 3 Asahan, Wahyudi dan Uci Humairah Daulay,
tampak antusias dan saksama mengikuti bimbingan serta arahan langsung dari
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Asahan. Kegiatan ini
berlangsung di sela-sela perhelatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Jenjang
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Kabupaten Asahan yang dipusatkan di MTs Swasta
Ismailiyah Aek Loba Pekan. (09/09)
Dalam arahannya, Kepala
Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, MA.,
saat mengawali sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam
kepada seluruh guru pendamping utusan dari masing-masing madrasah. Ia memuji
tingkat kedisiplinan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut yang hadir tepat
waktu dan tidak ada satu pun yang terlambat. Menurutnya, kedisiplinan ini
sangat penting sehingga tidak menghambat jalannya kompetisi OMI dan acara dapat
berlangsung sesuai jadwal.
Lebih lanjut, Abdul
Manan menegaskan bahwa OMI adalah ajang yang sangat bergengsi di lingkungan
pendidikan madrasah. Oleh karena itu, Kakan Kemenag mengimbau agar ke depannya
kompetisi ini sebaiknya diikuti oleh seluruh madrasah di Kabupaten Asahan.
"Keikutsertaan
dalam OMI ini sangat penting. Bagi para siswa, ini adalah kesempatan emas untuk
menambah pengalaman bertanding dan mengasah mental juara. Sementara bagi para
guru, hasil dari ajang ini dapat menjadi tolak ukur dan bahan evaluasi terhadap
efektivitas materi yang selama ini diajarkan di dalam kelas," jelas Kakan
Kemenag di hadapan para peserta dan guru.
Untuk menunjang
kualitas pendidikan madrasah yang semakin maju, Abdul Manan, juga memberikan
motivasi khusus kepada para tenaga pendidik. Ia mendorong seluruh guru
pendamping agar tidak cepat berpuas diri dan terus memperbanyak buku referensi
bacaan. Dengan literatur yang kaya, diharapkan para guru dapat memberikan
bimbingan yang lebih mendalam dan relevan dengan perkembangan keilmuan saat
ini.
Menanggapi arahan
inspiratif tersebut, Wahyudi selaku guru pendamping dari MIN 3 Asahan
mengungkapkan bahwa bimbingan dari Kakan Kemenag semakin memompa semangat
mereka. Ia menyadari betul pentingnya evaluasi materi dan pengembangan literasi
guru.
"Kami memiliki
komitmen penuh untuk terus mendampingi anak-anak. Pesan Bapak Kakan Kemenag
agar kami memperbanyak buku referensi menjadi motivasi tersendiri bagi kami
untuk terus belajar demi mencetak bibit-bibit unggul ilmuwan muda madrasah yang
berakhlak mulia," tutur Wahyudi di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Uci
Humairah Daulay yang juga merupakan guru pendamping MIN 3 Asahan, menyatakan
kesiapan maksimal timnya. Ia mengungkapkan bahwa peserta didik yang diutus
telah digembleng melalui pembekalan dan pelatihan intensif.
"Anak-anak
telah kami bekali dengan berbagai materi latihan soal. Kami mendampingi mereka
dengan penuh kebanggaan dan kedisiplinan seperti yang diharapkan Bapak Kakan
Kemenag. Harapannya, anak-anak bisa mengerjakan soal dengan tenang dan sukses
mengharumkan nama madrasah hingga ke tingkat nasional," ungkap Uci Humairah
Daulay.
Di tempat terpisah,
Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, turut memberikan dukungan penuhnya
kepada para guru pendamping dan siswa yang sedang berjuang. Ia menegaskan bahwa
pembinaan karakter dan akademis secara berkesinambungan adalah kunci
keberhasilan madrasah. Menurutnya, melalui sinergi yang harmonis antara
kedisiplinan guru pendamping seperti Wahyudi dan Uci Humairah Daulay, bimbingan
inspiratif Kakan Kemenag, serta semangat pantang menyerah dari peserta didik,
dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Asahan optimis dapat terus melahirkan
generasi cerdas, inovatif, dan berdaya saing. (Wh)