Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Perkuat Moderasi Beragama, Kakankemenag Asahan Resmikan Desa Binaan Penyuluh Agama Islam di Sei Dadap

fg by: humas kemenag asahan

Kisaran (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., secara resmi meluncurkan dan meresmikan Desa Binaan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Sei Dadap yang dipusatkan di Masjid Al-Huda, Desa Tanjung Alam, Kamis, (22/01/2026).

Program ini diinisiasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat bimbingan keagamaan serta menjaga kerukunan umat beragama di tingkat akar rumput.

​Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag Asahan, Plt. Camat Sei Dadap, tokoh agama, serta Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Dadap. Kehadiran program Desa Binaan ini diharapkan menjadi laboratorium sosial keagamaan yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam membentengi masyarakat dari paham radikalisme dan intoleransi.

​Dalam sambutannya, Kakankemenag Asahan menekankan bahwa Penyuluh Agama Islam adalah ujung tombak kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan adanya Desa Binaan di Tanjung Alam, para penyuluh memiliki wadah terstruktur untuk memberikan edukasi, mulai dari pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, bimbingan keluarga sakinah, hingga pengembangan ekonomi umat berbasis syariah.

​"Desa Binaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata untuk hadir di tengah umat. Kami ingin Masjid Al-Huda dan Desa Tanjung Alam menjadi percontohan bagaimana nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kakankemenag di hadapan para jamaah dan tamu undangan.

​Selain fokus pada aspek ibadah, program Desa Binaan ini juga mengintegrasikan fungsi penyuluhan dengan isu-isu nasional, seperti pencegahan stunting melalui perspektif agama dan kampanye sertifikasi halal bagi UMKM setempat. Hal ini sejalan dengan transformasi layanan Kemenag yang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat modern.

Pada kesempatan yang sama Abdul Manan juga menyampaikan tiga hal yang menjadikan semua itu berjalan dengan baik yakni Kebersamaan, Kepedulian dan Kekeluargaan yang harus dibangun oleh masyarakat.

​Pihak pemerintah desa dan pengurus Masjid Al-Huda menyambut antusias peresmian ini. Mereka berharap bimbingan rutin dari para penyuluh dapat meningkatkan kualitas pemahaman agama remaja masjid dan kaum ibu, sehingga tercipta lingkungan desa yang religius, aman, dan harmonis. Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti atau simbolis peresmian sebagai tanda dimulainya program kerja berkelanjutan di wilayah tersebut. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post