Enam Siswa MIN 10 Asahan Siap Jadi Perwakilan OBA Kabupaten Asahan 2026, Kamad Berikan Apresiasi
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Loading...
Kisaran (Humas) Suasana pembelajaran di kelas 5B MIN 10 Asahan tampak berbeda dari biasanya. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kali ini, siswa diajak untuk memahami materi hubungan sebab-akibat melalui model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning. Kegiatan ini mengusung tema menarik, yaitu “Pahami Sebabnya, Tahu Akibatnya”, yang bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa sejak dini. Jumat (10/04/2026)
Di bawah bimbingan wali kelas, Maysaroh Panjaitan, S.Pd., siswa kelas 5B terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara langsung, tetapi juga menghadirkan berbagai permasalahan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep sebab dan akibat secara kontekstual.
Pendekatan Deep Learning yang digunakan dalam pembelajaran ini menekankan pada pemahaman yang mendalam, bukan sekadar menghafal. Siswa diajak untuk menggali informasi, menghubungkan berbagai konsep, serta merefleksikan hasil pembelajaran mereka. Dengan cara ini, siswa mampu memahami materi secara lebih bermakna dan bertahan lama dalam ingatan.
Metode pembelajaran yang diterapkan pun beragam dan interaktif. Kegiatan dimulai dengan diskusi kelompok, di mana siswa saling bertukar ide dan pendapat mengenai suatu permasalahan. Selanjutnya, siswa melakukan analisis diagram sebab-akibat untuk menyusun hubungan antara peristiwa dan dampaknya secara sistematis.
Tidak berhenti di situ, siswa juga diberikan studi kasus yang menantang kemampuan berpikir kritis mereka. Dalam kegiatan ini, siswa diminta mengidentifikasi penyebab suatu kejadian serta memprediksi akibat yang ditimbulkan. Hasil analisis tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk penugasan penulisan berupa teks eksplanasi yang runtut dan logis.
Kepala madrasah, Sartiji, S.Pd.I., M.M., memberikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang dilakukan di kelas 5B. Beliau menyampaikan bahwa model pembelajaran berbasis masalah seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
“Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Ini sangat penting untuk bekal mereka di masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan pembelajaran dengan tema “Pahami Sebabnya, Tahu Akibatnya” ini berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan penuh makna. Siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembelajaran.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kualitas pembelajaran di MIN 10 Asahan semakin meningkat, serta mampu mencetak generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.(na)
Kisaran (Humas) Kebanggaan besar dirasakan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 10 Asahan setelah enam peserta didiknya resmi din...
Kisaran (Humas) Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Kelas 3A kini tampil lebih menarik dan interaktif melalui penerapan...
Kisaran (Humas) Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh antusias tampak di kelas IVB MIN 10 Asahan saat pelajaran Bahasa Indonesia berla...