Loading...

  • Rabu, 22 April 2026

MTsN 1 Asahan Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Pengurus OSIM Periode 2024-2025

MTsN 1 ASAHAN
Kisaran (Humas). MTs Negeri 1 Asahan menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM untuk masa bakti 2024/2025 pada Sabtu (23/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Membudayakan Demokrasi" dalam Kurikulum Merdeka. Pemilihan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memilih pemimpin OSIM, tetapi juga memberikan kesempatan bagi seluruh peserta didik untuk merasakan dan mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi secara langsung di lingkungan madrasah.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.30 -14.00 WIB dengan suasana penuh antusias. Seluruh peserta didik dari kelas 7, 8, dan 9 hadir untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan tersebut. Proses pemilihan berlangsung di pendopo dan halaman yang telah disiapkan layaknya tempat pemungutan suara, lengkap dengan bilik suara dan kotak suara untuk menjaga kerahasiaan dan kejujuran hasil pemilihan.

Sebelum hari pemilihan, telah dilakukan berbagai tahap persiapan. Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM terlebih dahulu menjalani tahapan seleksi, kampanye, dan debat kandidat. Setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka kepada seluruh temannya sesama peserta didik. Kampanye dilakukan dengan cara-cara kreatif, seperti melalui poster, pidato di depan umum, serta sosialisasi melalui dialog dan debat.

Dalam pemilihan kali ini, ada empat pasangan calon yang bertarung untuk memperebutkan posisi Ketua dan Wakil Ketua. Masing-masing adalah; pasangan nomor urut 1 Adelia Ramadhani-Alena Ayunda Zaskia, 2 Afzan Ibrahim-Aliya Syahfitri, 3 Quinza Azzahra-Mujio Firgy, dan pasangan nomor urut 4 Nur Azizah-Aulia Rahma. Setiap pasangan membawa program unggulan yang berfokus pada pengembangan prestasi siswa, penguatan nilai-nilai religius dan kedisiplinan, serta peningkatan kualitas lingkungan madrasah.

Proses pemilihan dilakukan dengan sistem pemungutan suara langsung. Setiap peserta didik diberi kartu suara yang berisi nama dan foto pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Mereka memilih dengan mencoblos pasangan calon yang menurut mereka layak untuk memimpin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan yang terdiri dari guru sebagai koordinator Sri Ramadhani Pardede, S.Pd dan Umiati Nasution S.Pd.I Wakamad Kesiswaan sebagai pengarah. Sedangkan petugas pelaksananya diserahkan kepada para peserta didik yang dipilih dan dilatih secara khusus.

Pada acara pembukaan, Kepala madrasah yang diwakili oleh Umiati Nasution, S.Pd.I selaku Wakamad Kesiswaan menyatakan bahwa; "pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM ini tidak hanya sekadar memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penguatan karakter melalui Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tema "Membudayakan Demokrasi" dalam kegiatan ini menekankan pentingnya pelibatan peserta didik dalam proses demokrasi yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah, dan kepemimpinan yang berlandaskan pada keadilan dan kesetaraan.

Setelah proses pemungutan suara selesai, dilanjutkan dengan penghitungan suara yang dilakukan secara terbuka di hadapan seluruh siswa dan guru. Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pasangan nomor urut 1 memperoleh 68 suara, nomor urut 2 meraih 135 suara, nomor urut 3 memperoleh 74, dan pasangan nomor urut 4 mendapat 80 suara. Dari empat pasangan calon tersebut yang memperoleh suara terbanyak adalah pasangan calon nomor urut 2 yaitu Afzan Ibrahim-Aliya Syahfitri masing-masing dari kelas VII-C, dengan memperoleh suara 135 dari keseluruhan 357 suara. Dengan berakhirnya pemilihan ini, Ketua dan Wakil Ketua OSIM masa bakti 2024/2025 resmi terpilih. Mereka akan memimpin OSIM dan menjalankan berbagai program kerja yang telah mereka canangkan untuk memajukan madrasah.

Usai pelaksanaan pemilihan, Kepala madrasah Abdul Kadir Sinaga, S.Pd.I di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi yang besar terhadap semangat demokrasi yang ditunjukkan oleh para peserta didik. “Pemilihan OSIM ini adalah cerminan dari demokrasi yang sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, kita belajar untuk menghargai perbedaan pendapat, memilih dengan bijak, dan bersama-sama membangun lingkungan madrasah yang lebih baik. Ini adalah pembelajaran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Jm)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post