Perkuat Daya Saing, Siswi MIN 3 Asahan Ikuti Olimpiade Sains POSI 2026
Pulau Rakyat (Humas) - Hafizah Siagian, siswi salah satu siswa berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, berhasil menunjuk...
Loading...
Pulau Rakyat (Humas) – Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan melaksanakan upacara bendera dalam rangka
memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa pagi, 1 Oktober 2025. Upacara
berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman utama madrasah yang diikuti
seluruh guru, staf tata usaha, para siswa kelas 1-6 dan Kepala MIN 3 Asahan
yang bertindak sebagai Pembina upacara.
Dalam amanatnya, Tohiruddin Hasibuan,
S.Pd., M.M., menegaskan bahwa Kesaktian Pancasila merupakan bukti bahwa dasar
negara Indonesia tidak akan pernah bisa digantikan, serta tugas sebagai warga
negara adalah menjaga dan mengamalkannya
"Memperingati Hari Kesaktian
Pancasila adalah merupakan bentuk penegasan bahwa fondasi bangsa kita takkan
pernah bisa digeser. Kewajiban kita adalah mengawal, menerapkan nilainya, dan
mewariskannya kepada anak cucu kita” ujarnya penuh semangat.
"Tragedi kelam 30 September harus
menjadi pelajaran berharga bagi bangsa! Sejarah sudah mencatat upaya mengganti
Pancasila dengan paham lain. Namun, berkat semangat juang para Pahlawan
Revolusi, ideologi kita tetap tegak dan abadi," lanjut Tohiruddin dengan
lantang.
Tohiruddin Hasibuan kemudian melanjutkan
amanatnya, mengajak seluruh peserta upacara untuk membayangkan Indonesia
sebagai rumah besar yang mana Pancasila adalah lem perekat dan pondasi rumah
itu sendiri. Tohir menegaskan bahwa tanpa Pancasila, rumah bangsa akan runtuh.
Lebih lanjut, Tohiruddin menekankan bahwa
tugas siswa sebagai generasi penerus bangsa bukanlah mengangkat senjata,
melainkan menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Ia berpesan bahwa belajar adalah
jihad para siswa saat ini, dan menjadi anak yang pintar merupakan cara mereka
untuk mengisi kemerdekaan.
"Anak-anakku, tugas kalian sebagai
penerus bangsa hari ini bukanlah memanggul senjata di medan perang. Tugas utama
kalian adalah mencari ilmu dengan giat! Ingat, menuntut ilmu adalah perjuangan kalian
sekarang, dan menjadi cerdas adalah kontribusi nyata kalian dalam mengisi
kemerdekaan." Terangnya.
Dikesempatan itu, Tohiruddin juga
berpesan agar seluruh siswa menjaga kerukunan di madrasah tanpa membeda-bedakan
teman. Ia menegaskan bahwa semua siswa adalah saudara, dan tidak ada seorang
pun yang boleh dipandang berbeda hanya karena latar belakangnya.
Pada saat yang sama Kepala madrasah mengajak seluruh peserta
upacara untuk mendoakan para Pahlawan Revolusi, kemudian Tohiruddin menutup
amanatnya dengan seruan semangat yang membangkitkan gairah, yaitu "Jayalah
Indonesiaku dan Jayalah Madrasahku," yang langsung disambut tepuk tangan
meriah oleh seluruh peserta upacara. (Wh)
Pulau Rakyat (Humas) - Hafizah Siagian, siswi salah satu siswa berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan, berhasil menunjuk...
Pulau Rakyat (Humas) – Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menunjukkan semangat tinggi dengan tetap melaksanakan latihan r...
Pulau Rakyat (Humas) – Seluruh siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti Sumatif...