Loading...

  • Sabtu, 09 Mei 2026

Jelang Ujian Madrasah CBT 2026, Staf TU MIN 3 Asahan Matangkan Persiapan Secara Maksimal

Staf Tata Usaha sedang menyiapkan segala administrasi untuk keperluan Ujian Madrasah

Pulau Rakyat (Humas) – Staf Tata Usaha (TU) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Asahan menjadi garda terdepan dalam memastikan kelancaran Ujian Madrasah berbasis Computer Based Test (CBT) yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh. Sejak persiapan dimulai, tim administrasi ini telah bekerja ekstra keras untuk memastikan transisi dari sistem kertas ke digital berjalan tanpa celah, demi kenyamanan siswa kelas 6 dalam menghadapi ujian akhir mereka. (09/05)

Pelaksanaan Ujian Madrasah MIN 3 Asahan sendiri direncanakan berlangsung pada tanggal 11 hingga 19 Mei 2026 mendatang. Selama rentang waktu tersebut, seluruh siswa kelas 6 akan mengikuti asesmen berbasis CBT sesuai jadwal yang telah disusun oleh panitia madrasah.

Berbeda dengan ujian konvensional, sistem CBT menuntut akurasi data yang sangat tinggi. Di ruang kerja mereka, para staf TU sibuk melakukan validasi data peserta, mulai dari Nomor Induk Siswa (NIS) hingga pembuatan akun akses unik. Setiap detail diperiksa berulang kali agar tidak ada satu pun siswa yang mengalami kendala login saat hari pelaksanaan tiba.

Selain urusan data digital, tumpukan dokumen administrasi fisik tetap dikelola dengan rapi. Jadwal ujian, denah ruangan, hingga berita acara disiapkan secara sistematis. Tim TU juga memastikan koordinasi dengan bagian teknis terkait ketersediaan perangkat komputer dan stabilitas daya listrik di madrasah tetap terjaga selama ujian berlangsung.

Muhammad Mahmujar, salah satu staf TU MIN 3 Asahan, mengungkapkan bahwa ketelitian adalah harga mati dalam tugas ini. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab ini sangat besar karena kesalahan kecil pada data bisa berdampak fatal pada psikologis siswa saat akan memulai ujian.

“Kami memastikan semua data akurat dan administrasi rapi agar siswa dan guru bisa fokus sepenuhnya pada ujian tanpa perlu mencemaskan kendala teknis,” ujar Mahmujar dengan penuh optimisme.

Kepala MIN 3 Asahan, Ummiati Nasution, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi timnya. Beliau menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan, mulai dari verifikasi data hingga sarana prasarana, kini telah mencapai kesiapan 100%. Menurutnya, kerja sama yang solid antara staf TU dan tim teknis adalah kunci keberhasilan asesmen tahun ini.

Dalam pernyataan langsungnya, Ummiati Nasution menjelaskan bahwa penerapan CBT bukan sekadar mengikuti tren teknologi semata. Beliau mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk membiasakan siswa dengan ekosistem digital sejak dini, sekaligus meningkatkan transparansi dan efektivitas dalam sistem penilaian hasil belajar.

“Kami sudah melakukan simulasi berkali-kali dan mengecek seluruh jaringan agar anak-anak bisa mengerjakan soal dengan tenang dan fokus. Saya ingin mereka merasa nyaman tanpa terganggu urusan teknis,” ungkap Ummiati Nasution.

Lebih lanjut, Ummiati menjelaskan bahwa tujuan utama dari asesmen berbasis komputer ini adalah untuk memberikan hasil penilaian yang lebih objektif dan jujur. Dengan sistem digital, potensi kecurangan dapat diminimalisir dan hasil ujian dapat diolah dengan lebih cepat serta akurat oleh pihak madrasah.

Ummiati juga menambahkan bahwa para guru pengawas telah dibekali pelatihan khusus untuk mendampingi siswa selama seminggu pelaksanaan ujian. Hal ini dilakukan agar standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa aman bagi para orang tua siswa.

Menutup keterangannya, Kepala Madrasah berharap agar seluruh siswa kelas 6 dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Ummiati meyakini bahwa dengan persiapan yang matang, hasil ujian ini akan menjadi cerminan prestasi yang sesungguhnya dan menjadi bekal kuat bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Wh)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 21 October 2024
Lihat Semua Post